alexametrics

Produk Alternatif Tembakau Diklaim Jadi Solusi Atasi Kanker

loading...
Produk Alternatif Tembakau Diklaim Jadi Solusi Atasi Kanker
Produk tembakau alternatif patut dipertimbangkan untuk menjadi salah satu cara mengurangi risiko kesehatan akibat rokok, tapi produk itu harus terus diawasi. (Denver Post)
A+ A-
JAKARTA - Penggunaan produk tembakau alternatif sebagai upaya mengurangi risiko kesehatan akibat konsumsi rokok telah lama menjadi pembahasan. Penelitian dari Public Health England (PHE) mengungkapkan bahwa produk tembakau alternatif yang dikonsumsi dengan cara dipanaskan seperti rokok elektrik memiliki risiko kesehatan 95% lebih rendah dibandingkan rokok yang dikonsumsi dengan cara dibakar.

Baru-baru ini, American Cancer Society (ACS) atau Komunitas Kanker Amerika yang telah berdiri sejak 1913 akhirnya bersuara tentang posisi mereka terhadap produk tembakau alternatif, termasuk rokok elektrik. Dalam pernyataan di situs web resmi ACS tanggal 15 Februari 2018, komunitas kesehatan nonprofit tersebut mengatakan bahwa produk tembakau alternatif patut dipertimbangkan untuk menjadi salah satu cara mengurangi risiko kesehatan akibat rokok. Tentunya, dengan terus memantau dan mempelajari secara ketat bukti ilmiah tentang produk ini.

ACS menyadari bahwa efek jangka panjang dari penggunaan produk tembakau alternatif ini belum diketahui secara pasti. Namun potensi produk ini untuk secara signifikan mengurangi risiko kanker yang dipicu oleh tembakau yang dikonsumsi dengan cara dibakar juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

"Pada asap rokok terdapat lebih dari 4.000 bahan kimia, yang sebagian bersifat karsinogenik alias penyebab kanker," ujar Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI), dr Mariatul Fadhila. Dia juga menambahkan baik rokok elektrik maupun konvensional mengandung nikotin tapi kandungan berbeda.

Menurut dia, nikotin pada dasarnya dapat menyebabkan ketergantungan, namun juga menawarkan manfaat bagi tubuh, yakni untuk meningkatkan  stamina dan konsentrasi. "Dengan catatan, tidak terlalu banyak, dan yang terpenting, tidak dikonsumsi dengan cara dibakar karena dapat memicu sifat karsinogenik," papar dr Mariatul.

Dia juga menyampaikan dukungannya pada Pemerintah Indonesia untuk mengatur dan mengawasi peredaran produk tembakau alternatif agar tidak dapat diakses oleh anak-anak. "Kami juga meminta Pemerintah untuk lebih terbuka atas potensi produk ini supaya penelitian yang dilakukan bisa dimaksimalkan dan produk tembakau alternatif lebih bisa tepat guna," papar dr Mariatul.
(alv)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak