alexametrics

Review Film A Quiet Place

loading...
Review Film A Quiet Place
A Quiet Place adalah film tentang bagaimana bertahan menghadapi teror dalam kesunyian tanpa suara. Hampir 90% komunikasi film ini menggunakan bahasa isyarat. (outincanberra)
A+ A-
JAKARTA - Film horor atau thriller biasanya identik dengan suara teriakan ketakutan para pemain film atau pun dialog-dialog intensif yang memperlihatkan betapa tegangnya jalan cerita film tersebut. Tapi, tidak dengan A Quiet Place.

Film horor besutan John Krasinski ini memberikan pengalaman baru dan seru dalam menyaksikan film bergenre ini. A Quite Place tidak hanya menegangkan tapi juga memberikan efek lain bagi penontonnya.

Selama 95 menit, Anda akan diajak untuk mengikuti cerita tentang keluarga Abbott yang terdiri atas pasangan suami istri Lee (John Krasinski) dan Evelyn (Emily Blunt) beserta tiga putra putri mereka yaitu Regan (Millicent Simmonds), Marcus (Noah Jupe) dan Beau (Cade Woodward). Di antara ketiga anak mereka tersebut, Regan menderita bisu tuli dan harus menggunakan alat bantu dengar untuk berkomunikasi. Mereka tinggal di sebuah masa ketika Bumi kehilangan umat manusia karena serangan alien yang memangsa manusia begitu mereka mendengar suara.

Suatu hari, keluarga ini pergi ke supermarket dan mengambil sejumlah barang kebutuhan. Di supermarket itu, si bungsu Beau menemukan sebuah roket mainan. Lee melarang Beau untuk membawa mainan itu karena suaranya terlalu berisik dan bisa mengundang makhluk buas yang mengintai mereka. Tapi, sang kakak, Regan, malah memperbolehkan Beau membawanya. Di tengah perjalanan pulang, Beau membunyikan mainan itu. Tak ayal, alien kemudian datang memangsanya.



Sekitar empat tahun setelah kejadian itu, keluarga Abbott meneruskan kehidupan mereka di rumah mereka di sebuah ladang. Sang ibu, Evelyn, tengah menantikan kelahiran buah hati keempatnya. Hingga suatu hari, Lee mengajak Marcus untuk mengambil ikan di sungai. Marcus awalnya menolak karena takut dan tidak mau meninggalkan sang ibu. Tapi, sang ayah dan ibu terus menyemangatinya agar mau pergi. Regan menawarkan diri untuk menemani sang ayah, tapi, Lee menolaknya. Regan marah dan memutuskan pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan ayah dan ibunya.

Sepulang dari mencari ikan, Lee dan Marcus melihat orang yang ketakutan di hutan. Dia tiba-tiba berteriak dan alien pun datang memangsanya. Lee langsung membawa Marcus kabur dari tempat itu.

Sementara, di rumah, air ketuban Evelyn pecah dan dia pun siap melahirkan. Tak disangka, di tengah perjuangannya itu, alien datang. Evelyn menyalakan lampu darurat. Lee melihatnya dan segera membawa Marcus pulang.

A Quiet Place adalah sebuah film tentang bagaimana bertahan menghadapi teror dalam kesunyian. Film ini adalah tentang bagaimana ketika suara yang seharusnya bisa dengan bebas dikeluarkan malah menjadi ancaman terhadap keselamatan nyawa manusia.

Tidak banyak suara di film ini kecuali untuk musik latarnya. Sepanjang film, para pemainnya minim berdialog dengan suara. Hampir 90% komunikasi di film ini menggunakan bahasa isyarat.

Tak hanya komunikasi, untuk makan pun, keluarga ini tidak menggunakan piring keramik atau plastik, tapi menggunakan daun untuk meminimalisasi suara. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak memakai sepatu atau alas kaki untuk beraktivitas dan harus melangkah dengan hati-hati agar tidak menginjak benda yang bisa menimbulkan suara.

Inilah yang membuat film ini jadi menarik. Kediaman para pemainnya membuat ketegangan film ini terus menerus memuncak. Kediaman ini jugalah yang akan membuat para penonton untuk terus fokus pada jalannya film ini. Penonton seolah tak diberi ruang untuk bernapas selama menyaksikan film ini. Bahkan, hingga menit terakhir, film ini pun tetap menyisakan ketegangan.

Unsur lain yang membuat film ini semakin menarik adalah drama keluarga di dalamnya. Tak hanya mengeksplorasi ketakutan pemainnya terhadap suara, film ini juga menyajikan ikatan kuat keluarga Abbott dalam menghadapi masalah yang mengintai kehidupan mereka. Jika film horor jarang menimbulkan keharuan pada penontonnya, maka Anda mungkin akan merasakan keharuan di film ini.
halaman ke-1 dari 2

BERITA TERKAIT

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak