Masuk Hagia Sophia Turki Tidak Lagi Gratis, Wajib Bayar Tiket Masuk Rp425 Ribu
Rabu, 17 Januari 2024 - 17:25 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan diterapkannya kebijakan pengelolaan pengunjung, maka kualitas dan keamanan kunjungan akan meningkat. Arus pengunjung akan merata melalui berbagai jalur," jelas Ersoy.
"Tidak ada perubahan bagi mereka yang berkunjung ke masjid untuk keperluan ibadah rutin. Apa yang kita lakukan perubahan merupakan pintu masuk bagi warga negara asing yang berkunjung karena alasan pariwisata dan budaya," sambungnya.
Hagia Sophia dibangun sebagai katedral Bizantium yang pernah menjadi katedral terbesar di dunia pada abad keenam sebelum diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada 1453.
Tempat ini diubah menjadi museum sebagai bagian dari upaya Turki untuk bergerak menuju sekularisme. Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengubahnya kembali menjadi masjid pada 2020. Perubahan ini pun disambut gembira oleh warga Turki Muslim meski pemerintah Barat, Rusia dan pemimpin Kristen mengecamnya.
Baca Juga: Setelah 88 Tahun, Masjid Hagia Sophia Kembali Digunakan untuk Sholat Tarawih
"Tidak ada perubahan bagi mereka yang berkunjung ke masjid untuk keperluan ibadah rutin. Apa yang kita lakukan perubahan merupakan pintu masuk bagi warga negara asing yang berkunjung karena alasan pariwisata dan budaya," sambungnya.
Hagia Sophia dibangun sebagai katedral Bizantium yang pernah menjadi katedral terbesar di dunia pada abad keenam sebelum diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada 1453.
Tempat ini diubah menjadi museum sebagai bagian dari upaya Turki untuk bergerak menuju sekularisme. Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengubahnya kembali menjadi masjid pada 2020. Perubahan ini pun disambut gembira oleh warga Turki Muslim meski pemerintah Barat, Rusia dan pemimpin Kristen mengecamnya.
Baca Juga: Setelah 88 Tahun, Masjid Hagia Sophia Kembali Digunakan untuk Sholat Tarawih
(dra)
Lihat Juga :