Ganjar Pranowo Jelaskan Program 1 Desa 1 Faskes 1 Nakes, Tekan Angka Stunting
Kamis, 18 Januari 2024 - 14:44 WIB
loading...
Ganjar Pranowo menjelaskan program 1 Desa 1 Faskes 1 Nakes yang dnilai bisa menurunkan angka stunting. Foto/ MPI.
A
A
A
NGAWI – Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo kembali menjelaskan program paslon Ganjar-Mahfud 1 Desa 1 Faskes 1 Nakes yang dapat dioptimalisasi untuk menurunkan angka stunting.
Program itu diungkap saat Ganjar bertemu tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok tani dan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Baca Juga: Tips Hemat dan Sehat untuk Emak-Emak ala Siti Atikoh, Umbi-umbian Jadi Pilihan Sumber Karbo
Pada kesempatan itu, seorang petugas Posyandu bernama Warsini bertanya kepada Ganjar mengenai pencegahan stunting. Secara lugas, Ganjar Capres Partai Perindo itu langsung menjawabnya sambil menyosialisasikan program Ganjar-Mahfud.
“Apa yang harus dilakukan jangan menikah terlalu muda, juga jangan terlalu tua. Kalau nikahnya tidak terlalu muda inshaAllah sehat. Nanti kalau mau nikah diperiksa suami istri,” ujar Ganjar di hadapan warga, Kamis (18/1/2024).
Ganjar menyebutkan pencegahan stunting selain dilakukan dengan tidak menikah dini, pasangan suami istri wajib memeriksakan kandungannya secara rutin, salah satunya ke posyandu.
Oleh sebab itu, program 1 Desa 1 Faskes 1 Nakes menjadi sangat penting untuk direalisasikan. Hal ini ditujukan agar setiap ibu hamil bisa dipantau dan didampingi langsung oleh tenaga kesehatan, sehingga pencegahan stunting bisa optimal.
Program itu diungkap saat Ganjar bertemu tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok tani dan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Baca Juga: Tips Hemat dan Sehat untuk Emak-Emak ala Siti Atikoh, Umbi-umbian Jadi Pilihan Sumber Karbo
Pada kesempatan itu, seorang petugas Posyandu bernama Warsini bertanya kepada Ganjar mengenai pencegahan stunting. Secara lugas, Ganjar Capres Partai Perindo itu langsung menjawabnya sambil menyosialisasikan program Ganjar-Mahfud.
“Apa yang harus dilakukan jangan menikah terlalu muda, juga jangan terlalu tua. Kalau nikahnya tidak terlalu muda inshaAllah sehat. Nanti kalau mau nikah diperiksa suami istri,” ujar Ganjar di hadapan warga, Kamis (18/1/2024).
Ganjar menyebutkan pencegahan stunting selain dilakukan dengan tidak menikah dini, pasangan suami istri wajib memeriksakan kandungannya secara rutin, salah satunya ke posyandu.
Oleh sebab itu, program 1 Desa 1 Faskes 1 Nakes menjadi sangat penting untuk direalisasikan. Hal ini ditujukan agar setiap ibu hamil bisa dipantau dan didampingi langsung oleh tenaga kesehatan, sehingga pencegahan stunting bisa optimal.
Lihat Juga :