Pakar Sebut Tingkat Stres Gen Z Makin Parah sejak Masa Pandemi Covid-19
Kamis, 18 Januari 2024 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
Digitalisasi membuat Gen Z mudah untuk melakukan media sosial scrolling. Dari situ mereka kerap melakukan perbandingan apa yang dilihat di media sosial dengan yang dirasakan sendiri.
"Perbandingan-perbandingan ini yang bisa bikin mereka rentan kondisi stres," jelasnya.
Indah berharap Gen Z jangan menyepelekan masalah stres yang kemudian bisa menjadi depresi. Meski kerap diolok-olok sebagai generasi yang paling mudah kenal mental issue, Gen Z tetap harus segera menangani masalah tersebut. Pasalnya, jika tidak ditangani maka akan berbahaya buat fisik dan mental.
Menurut Indah, stres tidak bisa dihilangkan tapi sangat bisa dikelola. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan seperti cukup tidur, self care, sharing dengan orang terdekat, dan melakukan olahrga.
"Bisa juga dengan melakukan hobi yang disukai dan mandi air hangat yang menenangkan. Stres tidak bisa dihilangkan tapi perlu dikelola," pungkasnya.
"Perbandingan-perbandingan ini yang bisa bikin mereka rentan kondisi stres," jelasnya.
Indah berharap Gen Z jangan menyepelekan masalah stres yang kemudian bisa menjadi depresi. Meski kerap diolok-olok sebagai generasi yang paling mudah kenal mental issue, Gen Z tetap harus segera menangani masalah tersebut. Pasalnya, jika tidak ditangani maka akan berbahaya buat fisik dan mental.
Menurut Indah, stres tidak bisa dihilangkan tapi sangat bisa dikelola. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan seperti cukup tidur, self care, sharing dengan orang terdekat, dan melakukan olahrga.
"Bisa juga dengan melakukan hobi yang disukai dan mandi air hangat yang menenangkan. Stres tidak bisa dihilangkan tapi perlu dikelola," pungkasnya.
(tsa)
Lihat Juga :