CERMIN: Apa yang Terjadi dengan Henrietta dan Junior pada 2065?
Jum'at, 19 Januari 2024 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
Novel dan film adalah dua medium yang berbeda. Pakem ini seharusnya memang perlu disadari sepenuhnya oleh Garth Davis yang menyutradarai sekaligus menulis skenario filmnya bersama Iain.
Ia gagal mentransfer benang merah utama cerita soal isolasi. Film hanya memperlihatkan kedua karakter tinggal di sebuah lokasi terpencil, tanpa tetangga dan tanpa seorang pun yang berada dalam radius yang dekat dengan mereka.
Jarak di antara mereka berdua pun tak pernah benar-benar bisa kita mengerti karena Garth tak pernah menjelaskan dengan gamblang apa yang sesungguhnya terjadi di antara mereka. Membahas soal isolasi di sebuah ruang visual memang sesuatu yang menantang, tapi seharusnya sedari awal ketika memutuskan mengadaptasi materi ini.
![CERMIN: Apa yang Terjadi dengan Henrietta dan Junior pada 2065?]()
Foto: See-Saw Films
Garth perlu menyusuri kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan untuk bisa “memperlihatkan” soal isolasi ini kepada penonton.
Akibatnya sepanjang film kita begitu mudah bosan menyaksikan hubungan cinta-benci Hen dan Junir meskipun dimainkan dengan asyik oleh sesama nomine Oscar, Saoirse Ronan dan Paul Mescal. Kita susah untuk bersimpati pada mereka, pada salah satu atau keduanya, juga pada masalah yang mereka alami karena kita tak pernah benar-benar diberi pemahaman yang cukup tentang yang sesungguhnya menimpa hubungan mereka.
Begitu juga ketika babak baru cerita dimulai dengan kedatangan seorang asing yang mengajak (atau memaksa?) Junior untuk ikut dalam sebuah misi percobaan ke luar angkasa, mencari hunian baru untuk manusia. Terrance, orang asing itu, diplot menjadi benalu dalam pernikahan Hen dan Junior, yang memang telah bermasalah sejak awal.
Namun tak pernah benar-benar diperlihatkan bahwa ia membuat pernikahan dua karakter utama semakin bermasalah. Metafora tentang luar angkasa yang ditulis dengan indah dalam novelnya menjadi sangat kabur ketika ditransformasikan ke dalam skenario film.
Ia gagal mentransfer benang merah utama cerita soal isolasi. Film hanya memperlihatkan kedua karakter tinggal di sebuah lokasi terpencil, tanpa tetangga dan tanpa seorang pun yang berada dalam radius yang dekat dengan mereka.
Jarak di antara mereka berdua pun tak pernah benar-benar bisa kita mengerti karena Garth tak pernah menjelaskan dengan gamblang apa yang sesungguhnya terjadi di antara mereka. Membahas soal isolasi di sebuah ruang visual memang sesuatu yang menantang, tapi seharusnya sedari awal ketika memutuskan mengadaptasi materi ini.

Foto: See-Saw Films
Garth perlu menyusuri kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan untuk bisa “memperlihatkan” soal isolasi ini kepada penonton.
Akibatnya sepanjang film kita begitu mudah bosan menyaksikan hubungan cinta-benci Hen dan Junir meskipun dimainkan dengan asyik oleh sesama nomine Oscar, Saoirse Ronan dan Paul Mescal. Kita susah untuk bersimpati pada mereka, pada salah satu atau keduanya, juga pada masalah yang mereka alami karena kita tak pernah benar-benar diberi pemahaman yang cukup tentang yang sesungguhnya menimpa hubungan mereka.
Begitu juga ketika babak baru cerita dimulai dengan kedatangan seorang asing yang mengajak (atau memaksa?) Junior untuk ikut dalam sebuah misi percobaan ke luar angkasa, mencari hunian baru untuk manusia. Terrance, orang asing itu, diplot menjadi benalu dalam pernikahan Hen dan Junior, yang memang telah bermasalah sejak awal.
Namun tak pernah benar-benar diperlihatkan bahwa ia membuat pernikahan dua karakter utama semakin bermasalah. Metafora tentang luar angkasa yang ditulis dengan indah dalam novelnya menjadi sangat kabur ketika ditransformasikan ke dalam skenario film.
Lihat Juga :