Waspadai Makanan Ultra Proses, Picu Obesitas hingga Kanker
Kamis, 25 Januari 2024 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal menemukan bahwa mengonsumsi 10 persen lebih banyak makanan ultra-olahan meningkatkan risiko terkena penyakit arteri koroner, penyakit kardiovaskular dan gangguan serebrovaskular (penyakit yang memengaruhi aliran darah di otak).
Baca Juga: Viral Bocah 12 Tahun Gagal Ginjal hingga Cuci Darah 2 Kali Seminggu, Gegara Jarang Minum Air Putih
Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal yang sama menemukan bahwa mengonsumsi terlalu banyak makanan olahan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan bahkan menyebabkan kematian.
Baik makanan kaleng, beku, atau kemasan, makanan olahan mengandung gula, garam, dan zat aditif yang dapat membahayakan kesehatan Anda secara keseluruhan. Cara terbaik untuk mengurangi risiko terkena penyakit yang tidak diinginkan adalah dengan mengganti makanan yang tidak diolah dengan makanan alternatif yang sehat.
Meski tampak sulit pada awalnya, konsumsi makanan alternatif yang sehat secara teratur dapat membantu Anda tetap menjaga kebiasaan makan yang sehat.
Baca Juga: Viral Bocah 12 Tahun Gagal Ginjal hingga Cuci Darah 2 Kali Seminggu, Gegara Jarang Minum Air Putih
Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal yang sama menemukan bahwa mengonsumsi terlalu banyak makanan olahan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan bahkan menyebabkan kematian.
Baik makanan kaleng, beku, atau kemasan, makanan olahan mengandung gula, garam, dan zat aditif yang dapat membahayakan kesehatan Anda secara keseluruhan. Cara terbaik untuk mengurangi risiko terkena penyakit yang tidak diinginkan adalah dengan mengganti makanan yang tidak diolah dengan makanan alternatif yang sehat.
Meski tampak sulit pada awalnya, konsumsi makanan alternatif yang sehat secara teratur dapat membantu Anda tetap menjaga kebiasaan makan yang sehat.
(tdy)
Lihat Juga :