Apakah Stunting dan Kurang Gizi Sama? Begini Penjelasan Ahli
Kamis, 15 Februari 2024 - 12:40 WIB
loading...
A
A
A
Ditegaskan Vera, gizi buruk berbeda dengan stunting. Gizi buruk ditandai dengan badan anak yang terlalu kurus dibandingkan tinggi badannya. Sedangkan stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya. Namun yang menyamakan adalah bahwa keduanya bermula dari defisiensi nutrisi.
Stunting disebabkan oleh defisiensi nutrisi yang terjadi dalam jangka waktu lama atau berulang di 1000 Hari Pertama Kehidupan anak. Penanganan stunting harus dimulai sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan tersebut, dan pencegahan sejak dalam kandungan. Sementara penyebab gizi buruk terjadi ketika anak tidak mendapatkan asupan gizi yang baik berapapun usianya.
Untuk mengatasi defisiensi nutrisi dan mencegah stunting, Kementerian Kesehatan, telah mempromosikan kampanye “Protein Hewani Cegah Stunting” sejak diluncurkan pada Hari Gizi Nasional ke-63 pada tahun 2023.
“Perlu diketahui bahwa protein hewani adalah salah satu instrumen gizi penting yang dibutuhkan oleh ibu hamil guna mencegah stunting pada anak, hal ini dikarenakan pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein, mineral, dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan,” ucap Vera.
Dikutip laman Kementerian Kesehatan, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof. Hardiansyah mendukung urgensinya pemberian protein hewani terhadap penurunan angka stunting.
“Ini bukti pemberian telur satu butir satu hari pada anak setelah pemberian ASI eksklusif itu menurunkan risiko stunting,” ujar Hardiansyah.
Stunting disebabkan oleh defisiensi nutrisi yang terjadi dalam jangka waktu lama atau berulang di 1000 Hari Pertama Kehidupan anak. Penanganan stunting harus dimulai sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan tersebut, dan pencegahan sejak dalam kandungan. Sementara penyebab gizi buruk terjadi ketika anak tidak mendapatkan asupan gizi yang baik berapapun usianya.
Untuk mengatasi defisiensi nutrisi dan mencegah stunting, Kementerian Kesehatan, telah mempromosikan kampanye “Protein Hewani Cegah Stunting” sejak diluncurkan pada Hari Gizi Nasional ke-63 pada tahun 2023.
“Perlu diketahui bahwa protein hewani adalah salah satu instrumen gizi penting yang dibutuhkan oleh ibu hamil guna mencegah stunting pada anak, hal ini dikarenakan pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein, mineral, dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan,” ucap Vera.
Dikutip laman Kementerian Kesehatan, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof. Hardiansyah mendukung urgensinya pemberian protein hewani terhadap penurunan angka stunting.
“Ini bukti pemberian telur satu butir satu hari pada anak setelah pemberian ASI eksklusif itu menurunkan risiko stunting,” ujar Hardiansyah.
(tdy)
Lihat Juga :