Kecanduan Internet termasuk Gangguan Kejiwaan? Simak Faktanya
Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:53 WIB
loading...
Kecanduan bermain internet termasuk dalam gangguan mental yang perlu diatasi penderitanya. Foto/Kiriill Ryzhov, Dreamstime
A
A
A
JAKARTA - Dalam keseharianmu, apakah kamu terus-menerus berpikir untuk bermain internet? Apakah kamu menggunakan internet lebih lama dari waktu yang ditentukan?
Kemudian, ketika kamu sedang menggunakan gawai, apakah kamu merasa sedih, cemas, dan gelisah? Punya masalah dalam berinteraksi sosial karena bermain internet? Sudah mencoba untuk mengurangi dan menghentikan kebiasaan tersebut tapi masih gagal?
Kalau lima pertanyaan di atas kamu jawab "iya", maka kamu rentan mengalami kecanduan internet.
Baca Juga: Apa Itu FOBO? Ternyata Lebih Bahaya dari FOMO!
Lalu, apa hubungannya internet dengan gangguan jiwa?
Mengutip dari jurnal International Journal of Surgery Global Health, kecanduan internet dihubungkan dengan banyak gangguan kesehatan mental, termasuk harga diri yang rendah, impulsif, gangguan suasana hati, depresi, atau bahkan bunuh diri.
Ada beberapa jenis kecanduan internet, di antaranya kecanduan media sosial, cybersex dan cyberporn (aktivitas seksual yang dilakukan secara virtual), belanja daring, judi daring, dan gim daring.
![Kecanduan Internet termasuk Gangguan Kejiwaan? Simak Faktanya]()
Foto: Getty Images
Sebagian hal di atas adalah contoh dari kebiasaan yang mungkin sering kamu lakukan. Bermedia sosial tentu boleh untuk menambah relasi dan menjaga hubungan dengan kerabat dekat.
Sama halnya dengan bermain game online, adalah cara untuk melepas stres dalam menjalani kehidupan kamu. Namun kalau hal tersebut dilakukan secara berlebihan, maka kamu berpotensi mengalami gangguan kejiwaan akibat internet.
“Adiksi gim daring itu terjadi ketika gejala yang dialami sudah mengganggu fungsi diri dan berlangsung selama 12 bulan. Adapun fungsi diri itu seperti fungsi relasi (hubungan kerabat), pendidikan, pekerjaan, dan kegiatan rutin lainnya,” ujarKristiana, mengutip situs web resmi Kominfo.
Dalam pengalamannya, Kristiana pernah merawat pasien berumur 18 tahun yang terancam drop out karena tidak pernah berangkat kuliah. Ternyata diketahui penggunaan internet pemuda tersebut dalam sehari kurang lebih mencapai 18 jam
Kemudian, ketika kamu sedang menggunakan gawai, apakah kamu merasa sedih, cemas, dan gelisah? Punya masalah dalam berinteraksi sosial karena bermain internet? Sudah mencoba untuk mengurangi dan menghentikan kebiasaan tersebut tapi masih gagal?
Kalau lima pertanyaan di atas kamu jawab "iya", maka kamu rentan mengalami kecanduan internet.
Baca Juga: Apa Itu FOBO? Ternyata Lebih Bahaya dari FOMO!
Apa Itu Kecanduan Internet?
Kecanduan internet atau sering disebut adiksi internet merupakan kegiatan berlebihan dalam mengakses internet. Hal ini akan berdampak langsung dalam kehidupan pecandu.Lalu, apa hubungannya internet dengan gangguan jiwa?
Mengutip dari jurnal International Journal of Surgery Global Health, kecanduan internet dihubungkan dengan banyak gangguan kesehatan mental, termasuk harga diri yang rendah, impulsif, gangguan suasana hati, depresi, atau bahkan bunuh diri.
Ada beberapa jenis kecanduan internet, di antaranya kecanduan media sosial, cybersex dan cyberporn (aktivitas seksual yang dilakukan secara virtual), belanja daring, judi daring, dan gim daring.

Foto: Getty Images
Sebagian hal di atas adalah contoh dari kebiasaan yang mungkin sering kamu lakukan. Bermedia sosial tentu boleh untuk menambah relasi dan menjaga hubungan dengan kerabat dekat.
Sama halnya dengan bermain game online, adalah cara untuk melepas stres dalam menjalani kehidupan kamu. Namun kalau hal tersebut dilakukan secara berlebihan, maka kamu berpotensi mengalami gangguan kejiwaan akibat internet.
Remaja Lebih Rentan Alami Kecanduan Internet
Remaja lebih rentan mengalami kecanduan internet, sehingga menyebabkan fungsi pengendalian diri seseorang menjadi ternganggu. Hal itu juga dikemukakan oleh Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Kristiana Siste Kurnia Santi.“Adiksi gim daring itu terjadi ketika gejala yang dialami sudah mengganggu fungsi diri dan berlangsung selama 12 bulan. Adapun fungsi diri itu seperti fungsi relasi (hubungan kerabat), pendidikan, pekerjaan, dan kegiatan rutin lainnya,” ujarKristiana, mengutip situs web resmi Kominfo.
Dalam pengalamannya, Kristiana pernah merawat pasien berumur 18 tahun yang terancam drop out karena tidak pernah berangkat kuliah. Ternyata diketahui penggunaan internet pemuda tersebut dalam sehari kurang lebih mencapai 18 jam
Lihat Juga :