Kecanduan Internet termasuk Gangguan Kejiwaan? Simak Faktanya
Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Agar bisa tetap terjaga saat bermain gim, pemuda tersebut mengonsumsi sabu dan mentamfetamin (salah dua jenis narkotika). Dari riwayatnya pemuda tersebut memilki gawai sejak usia enam tahun, main gim daring sejak usia 13 tahun, dan mulai kecanduan dalam usia 17 tahun.
Mengutip dari situs web Faculty of Medicine Universitas Indonesia, remaja termasuk dalam kelompok yang rentan mengalami kecanduan dalam berinternet. Sebanyak 31,4% remaja mengalami kecanduan.
Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Remaja lebih rentan terpapar hal tersebut karena mereka punya rasa ingin tahu yang tinggi. Selain itu, bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan perilaku juga masih dalam proses perkembangan.
Beberapa gangguan kesehatan mental yang akan dialami oleh pecandu internet di antaranya OCD (Obsessive-Compulsive Disorder), yaitu gangguan mental yang menyebabkan penderitanya menganggap orang lain lebih ceroboh, bodoh, serta tidak berperilaku seperti yang seharusnya.
![Kecanduan Internet termasuk Gangguan Kejiwaan? Simak Faktanya]()
Foto: Getty Images
Gangguan lainnya adalah yang mirip dengan Munchausen Syndrome. Ini adalah gangguan jiwa yang menyebabkan penderitanya melakukan kebohongan dengan pura-pura sakit di media sosial hanya untuk menarik simpati atau perhatian orang banyak.
Ada pula Internet Asperger Syndrome, yang penderitanya biasanya adalah orang yang pendiam di dunia nyata, tapi menjadi pribadi yang kasar dan cenderung suka mencaci maki di media sosial. Hal ini terjadi karena si penderita merasa aman 'menyerang' orang lain dari jarak jauh.
Berikutnya ada Online Intermittent Explosive Disorder. Ini merupakan gangguan kejiwaan yang membuat seseorang menjadi mudah sekali meledakan emosinya karena hal-hal sepele.
Selanjutnya adalah Low Forum Frustration Tolerance. Gangguan kejiwaan ini yang paling banyak dirasakan oleh banyak pengguna internet, yaitu membuat si penderita haus validasi dari orang lain.
Penderita dari penyakit mental ini biasanya merasa ia telah mengunggah hal yang dirasanya paling bagus. Sehinggai ia cenderung akan mengecekunggahan tersebut secara berkala untuk melihat perkembangan dari jumlah likedan comment
Mereka yang mengalami kecanduan ini tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak membuka internet. Mereka memprioritaskan permainan di internet dibandingkan melakukan prioritasnya.
Intensitas penggunaan juga semakin meningkat dan berkelanjutan meskipun ada dampak negatif yang sudah dirasakan. Perilaku berpola tersebut menyebabkan gangguan yang bermakna pada fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, dan area penting lainnya.
Mengutip dari situs web Faculty of Medicine Universitas Indonesia, remaja termasuk dalam kelompok yang rentan mengalami kecanduan dalam berinternet. Sebanyak 31,4% remaja mengalami kecanduan.
Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Remaja lebih rentan terpapar hal tersebut karena mereka punya rasa ingin tahu yang tinggi. Selain itu, bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan perilaku juga masih dalam proses perkembangan.
Jenis-Jenis Gangguan Kesehatan Mental karena Kecanduan Internet
International Classification of Desease (ICD) edisi ke-11 yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehetan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kecanduan gim sebagai gangguan kesehatan jiwa, yang termasuk sebagai gangguan permainan (gaming disorder).Beberapa gangguan kesehatan mental yang akan dialami oleh pecandu internet di antaranya OCD (Obsessive-Compulsive Disorder), yaitu gangguan mental yang menyebabkan penderitanya menganggap orang lain lebih ceroboh, bodoh, serta tidak berperilaku seperti yang seharusnya.

Foto: Getty Images
Gangguan lainnya adalah yang mirip dengan Munchausen Syndrome. Ini adalah gangguan jiwa yang menyebabkan penderitanya melakukan kebohongan dengan pura-pura sakit di media sosial hanya untuk menarik simpati atau perhatian orang banyak.
Ada pula Internet Asperger Syndrome, yang penderitanya biasanya adalah orang yang pendiam di dunia nyata, tapi menjadi pribadi yang kasar dan cenderung suka mencaci maki di media sosial. Hal ini terjadi karena si penderita merasa aman 'menyerang' orang lain dari jarak jauh.
Berikutnya ada Online Intermittent Explosive Disorder. Ini merupakan gangguan kejiwaan yang membuat seseorang menjadi mudah sekali meledakan emosinya karena hal-hal sepele.
Selanjutnya adalah Low Forum Frustration Tolerance. Gangguan kejiwaan ini yang paling banyak dirasakan oleh banyak pengguna internet, yaitu membuat si penderita haus validasi dari orang lain.
Penderita dari penyakit mental ini biasanya merasa ia telah mengunggah hal yang dirasanya paling bagus. Sehinggai ia cenderung akan mengecekunggahan tersebut secara berkala untuk melihat perkembangan dari jumlah likedan comment
Mereka yang mengalami kecanduan ini tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak membuka internet. Mereka memprioritaskan permainan di internet dibandingkan melakukan prioritasnya.
Intensitas penggunaan juga semakin meningkat dan berkelanjutan meskipun ada dampak negatif yang sudah dirasakan. Perilaku berpola tersebut menyebabkan gangguan yang bermakna pada fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, dan area penting lainnya.
Lihat Juga :