5 Penyebab Anak Jadi Pelaku Bullying, Berkaca pada Kasus Putra Vincent Rompies
Selasa, 20 Februari 2024 - 17:47 WIB
loading...
A
A
A
Para pelaku bullying kemungkinan berasal dari lingkungan rumah yang kerap melakukan pelecehan atau sikap dominasi orang tua atas orang lain. Bahkan mereka sendiri mungkin menjadi korban pelecehan atau perilaku hukuman yang keras oleh orang tua.
Pelaku bullying merasa bahwa mereka dapat melakukan apa pun yang diinginkan dan lolos begitu saja, termasuk bullying.
Baca Juga: 5 Cara Orang Tua Menghadapi Anak Trauma usai Dibully, Berkaca Kasus Anak Vincent
Perilaku bullying tersebut sering kali menjadi tameng untuk membuat diri mereka merasa lebih baik.
2. Kurangnya Empati terhadap Sesama
Anak-anak yang menjadi pelaku bullying kemungkinan besar kurang memiliki empati terhadap sesama. Empati seharusnya menjadi suatu hal yang dibekali orang tua kepada anak sejak kecil hingga dewasa. Jika orang tua dan orang dewasa lain gagal mengajarkan keterampilan tersebut, ini mungkin menjadi penyebab perilaku bullying.3. Merasa Memiliki Hak
Dari perasaan ingin mengontrol dan menguasai, alhasil timbullah rasa memiliki hak atas segalanya. Pelaku bullying kemungkinan berasal dari keluarga yang memberikan semua yang mereka inginkan. Hal ini berdampak signifikan pada perilaku buruk yang membuat mereka mulai percaya bahwa mereka lebih dihargai daripada kebanyakan orang lain.Pelaku bullying merasa bahwa mereka dapat melakukan apa pun yang diinginkan dan lolos begitu saja, termasuk bullying.
Baca Juga: 5 Cara Orang Tua Menghadapi Anak Trauma usai Dibully, Berkaca Kasus Anak Vincent
4. Ingin Jadi Populer
Salah satu faktor penyebab bullying yaitu ingin menjadi populer dan dipandang oleh banyak orang. Mereka ingin semua orang mengenal mereka, menyukai mereka, dan ingin menjadi teman mereka. Pelaku bullying kemungkinan berasal dari keluarga yang bangga memiliki anak yang populer. Oleh karena itu, mereka merasa perlu untuk memuaskan orang tua mereka.5. Dikuasai Rasa Cemburu
Pelaku bullying biasanya menargetkan dan memilih korban karena kecemburuan mereka. Bisa jadi pelaku bullying menindas korban karena korban dianggap lebih baik dari mereka. Tak cuma itu, pelaku bullying akan merasa terancam yang akhirnya mem-bully korban karena korban memiliki sesuatu yang mereka inginkan.Perilaku bullying tersebut sering kali menjadi tameng untuk membuat diri mereka merasa lebih baik.
(tsa)
Lihat Juga :