Waseda Boys Jelajahi Belanda dan Temukan Kentang Goreng Terlezat!
Jum'at, 23 Februari 2024 - 15:11 WIB
loading...
Episode World Trip WasedaBoys kembali dengan petualangan baru yang membawa penonton ke Belanda. Foto/ MNC Media.
A
A
A
JAKARTA - Episode terbaru World Trip WasedaBoys kembali dengan petualangan baru dalam perjalanan yang membawa para penonton ke Belanda. Dalam video terbaru mereka di kanal YouTube, berjudul "COBA FRENCH FRIES TERENAK DI DUNIA?! WASEDABOYS EXPLORE BELANDA BARENG MAHASISWA! | WORLD TRIP 74”, mereka mengeksplorasi kelezatan kuliner dan keunikan budaya di Belanda. .
Dimulai dengan perjalanan kereta dari Paris ke Belanda, yang menawarkan pengalaman unik terkait kebijakan membawa sepeda ke dalam kereta. Sebuah perbandingan menarik dengan kebiasaan di Jepang dan Indonesia di mana hanya sepeda lipat yang diizinkan dalam kereta.
Dalam perjalanan kali ini, Waseda Boys ditemani oleh seorang mahasiswa Indonesia, yaitu Jerhemy Owen yang menjadi panduan mereka dalam menjelajahi ragam kuliner dan destinasi Windmil Area. Di sini, Waseda Boys menemukan banyak kesamaan dengan Bahasa Indonesia, yang ternyata memiliki akar yang dalam dari bahasa Belanda, mengingat masa kolonial belanda di Indonesia.
“Kalo di Indonesia Sepur itu bahasa jawanya kretakan?” tanya Jerome. “Iya, kalau di sini artinya jalur kreta” jawab Owen.
“Banyak ada Oma Opa, Om Tante, Apotheek, Wastafel, Koelkast, Branden Kast” sebut Owen sambil menjelaskan bahasa yang sama antara Belanda dan Indonesia.
Dalam eksplorasi mereka, Waseda Boys juga menemukan keunikan historis dalam produk lokal. Saat menjelajahi toko keju di Amsterdam, mereka terkejut menemukan keju berasal dari Domba Muda, memberikan rasa manis yang tidak biasa.
Dimulai dengan perjalanan kereta dari Paris ke Belanda, yang menawarkan pengalaman unik terkait kebijakan membawa sepeda ke dalam kereta. Sebuah perbandingan menarik dengan kebiasaan di Jepang dan Indonesia di mana hanya sepeda lipat yang diizinkan dalam kereta.
Dalam perjalanan kali ini, Waseda Boys ditemani oleh seorang mahasiswa Indonesia, yaitu Jerhemy Owen yang menjadi panduan mereka dalam menjelajahi ragam kuliner dan destinasi Windmil Area. Di sini, Waseda Boys menemukan banyak kesamaan dengan Bahasa Indonesia, yang ternyata memiliki akar yang dalam dari bahasa Belanda, mengingat masa kolonial belanda di Indonesia.
“Kalo di Indonesia Sepur itu bahasa jawanya kretakan?” tanya Jerome. “Iya, kalau di sini artinya jalur kreta” jawab Owen.
“Banyak ada Oma Opa, Om Tante, Apotheek, Wastafel, Koelkast, Branden Kast” sebut Owen sambil menjelaskan bahasa yang sama antara Belanda dan Indonesia.
Dalam eksplorasi mereka, Waseda Boys juga menemukan keunikan historis dalam produk lokal. Saat menjelajahi toko keju di Amsterdam, mereka terkejut menemukan keju berasal dari Domba Muda, memberikan rasa manis yang tidak biasa.
Lihat Juga :