Mengenal Artroskopi, Metode Minimal Invasif untuk Atasi Nyeri Bahu dan Lutut
Kamis, 29 Februari 2024 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
"Artroskopi memiliki risiko rendah, penyembuhaan lebih cepat dan sayatan kecil sehingga pasien tidak perlu merasa takut untuk memeriksakan permasalahan sendi yang mereka alami," kata dr. Susi Anggraini, MM, General Manager Klinik Utama DR. Indrajana.
Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi Klinik Utama DR. Indrajana dr. Liauw Roger Leo, Sp.OT menambahkan, dengan keunggulan dan kecanggihannya, Artroskopi menjadi salah satu terobosan terbaik di bidang bedah ortopedi di abad ke-20.
Untuk diketahui, setiap tahun terdapat hampir 1.700.000 prosedur Artroskopi bahu serta 750.000 tindakan Artroskopi lutut dilakukan di Amerika. Di Indonesia sendiri,
Artroskopi dapat dilakukan di rumah sakit bahkan klinik kesehatan karena mayoritas tindakan Artroskopi hanya memerlukan perawatan yang singkat.
"Faktor risiko dari gangguan sendi yang berujung pada Artroskopi adalah pekerjaan, jenis kelamin, dan berat badan. Atlet menjadi kelompok pekerjaan yang paling rentan mengalami kerusakan pada lutut dan bahu, terutama pada kategori intensitas tinggi seperti lari cepat, basket, dan sepakbola. Selain itu, orang-orang yang bekerja di bidang militer seperti tentara dan polisi juga menjadi kelompok rentan," beber dr. Liauw Roger Leo.
Terkait kelompok usia, lanjut dr. Liauw Roger Leo, wanita lebih rentan mengalami gangguan pada sendi lutut dan bahu dibandingkan pria karena adanya perubahan hormonal.
“Faktor lain yang dapat memengaruhi kerusakan pada sendi lutut dan bahu adalah berat badan. Jika beban yang ditopang semakin berat, maka semakin mudah pula sendi rusak," ujarnya.
Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi Klinik Utama DR. Indrajana dr. Liauw Roger Leo, Sp.OT menambahkan, dengan keunggulan dan kecanggihannya, Artroskopi menjadi salah satu terobosan terbaik di bidang bedah ortopedi di abad ke-20.
Untuk diketahui, setiap tahun terdapat hampir 1.700.000 prosedur Artroskopi bahu serta 750.000 tindakan Artroskopi lutut dilakukan di Amerika. Di Indonesia sendiri,
Artroskopi dapat dilakukan di rumah sakit bahkan klinik kesehatan karena mayoritas tindakan Artroskopi hanya memerlukan perawatan yang singkat.
"Faktor risiko dari gangguan sendi yang berujung pada Artroskopi adalah pekerjaan, jenis kelamin, dan berat badan. Atlet menjadi kelompok pekerjaan yang paling rentan mengalami kerusakan pada lutut dan bahu, terutama pada kategori intensitas tinggi seperti lari cepat, basket, dan sepakbola. Selain itu, orang-orang yang bekerja di bidang militer seperti tentara dan polisi juga menjadi kelompok rentan," beber dr. Liauw Roger Leo.
Terkait kelompok usia, lanjut dr. Liauw Roger Leo, wanita lebih rentan mengalami gangguan pada sendi lutut dan bahu dibandingkan pria karena adanya perubahan hormonal.
“Faktor lain yang dapat memengaruhi kerusakan pada sendi lutut dan bahu adalah berat badan. Jika beban yang ditopang semakin berat, maka semakin mudah pula sendi rusak," ujarnya.
Lihat Juga :