3 Sumber Karbohidrat Pengganti Beras yang Mahal, Bisa Turunkan Risiko Diabetes
Minggu, 17 Maret 2024 - 12:03 WIB
loading...
Ada alternatif pengganti beras untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan bisa menekan risiko diabetes. Foto/ alevia
A
A
A
JAKARTA – Harga beras menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, saat ini harga beras menembus Rp17 ribu per kilo dan menjadi harga beras paling tinggi.
Menyikapi kondisi itu, dokter spesialis penyakit dalam, Profesor Zubairi Djoerban memberikan alternatif kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan karbohidrat di tengah naiknya harga beras, yakni dengan mengonsumsi makanan, seperti jagung, ubi jalar dan singkong.
Baca Juga: Mengenal Serangan Jantung seperti yang Dialami Donny Kesuma, Gejala dan Pencegahannya
“Situasi yang cukup pelik. Namun mari coba lihat dari sisi lain. Bagaimana kalau naiknya harga beras ini kita jadikan momentum untuk hidup lebih sehat dengan memanfaatkan sumber karbohidrat lain?” kata Profesor Zubairi, dikutip dari akun X @ProfesorZubairi, Minggu (17/3/2024).
Profesor Zubairi mengatakan jagung memiliki karbohidrat kompleks, serat dan protein yang membuat jagung lebih lama dicerna dalam tubuh. Kemudian ada serat jagung yang bisa memperlambat pemecahan karbohidrat. Di sisi lain, jagung juga mempunyai indeks glikemik berada di angka 52.
Menyikapi kondisi itu, dokter spesialis penyakit dalam, Profesor Zubairi Djoerban memberikan alternatif kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan karbohidrat di tengah naiknya harga beras, yakni dengan mengonsumsi makanan, seperti jagung, ubi jalar dan singkong.
Baca Juga: Mengenal Serangan Jantung seperti yang Dialami Donny Kesuma, Gejala dan Pencegahannya
“Situasi yang cukup pelik. Namun mari coba lihat dari sisi lain. Bagaimana kalau naiknya harga beras ini kita jadikan momentum untuk hidup lebih sehat dengan memanfaatkan sumber karbohidrat lain?” kata Profesor Zubairi, dikutip dari akun X @ProfesorZubairi, Minggu (17/3/2024).
Profesor Zubairi mengatakan jagung memiliki karbohidrat kompleks, serat dan protein yang membuat jagung lebih lama dicerna dalam tubuh. Kemudian ada serat jagung yang bisa memperlambat pemecahan karbohidrat. Di sisi lain, jagung juga mempunyai indeks glikemik berada di angka 52.
Lihat Juga :