Review Film Pendek Delete: Film Pendek Itu Film, Bukan Fragmen di TikTok
Rabu, 20 Maret 2024 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya skenario tak melakukan upaya itu. Delete sibuk bercoleteh ke sana-ke mari layaknya fragmen di TikTok yang mementingkan narasi dan tak mencoba berpegang pada khittah film sebagai media visual.
Oleh karena itulah dalam banyak hal, film ini terdengar berceloteh terlalu berlebihan, memuntahkan informasi yang terlampau banyak tanpa membuat kita peduli dengan si tokoh utama. Tak ada informasi ap apun terkait soal mengapa si tokoh utama bisa begitu kejam pada orang yang tak dikenalnya di media sosial.
![Review Film Pendek Delete: Film Pendek Itu Film, Bukan Fragmen di TikTok]()
Foto: YouTube Indosat Ooredoo Hutchison
Jadinya memang Delete begitu melelahkan menontonnya hanya dalam enam menit durasinya karena menyajikan “war” yang biasa kita lihat di media sosial tanpa mencoba menggali lebih dalam tentang motivasi hingga apa yang bisa kita lakukan jika menghadapi kejadian serupa di dunia nyata.
Delete hadir sekadar memotret tanpa berusaha mencoba menyadarkan penonton betapa pentingnya berinternet secara positif, betapa pentingnya saling menghargai baik di dunia maya maupun di dunia nyata.
Sebagai fragmen ala TikTok, Delete bisa saja dianggap berhasil dan dielu-elukan. Namun sebagai film pendek, Delete gagal merangkul semua kelebihan yang dimiliki media visual serevolusioner film.
![Review Film Pendek Delete: Film Pendek Itu Film, Bukan Fragmen di TikTok]()
Foto: YouTube Indosat Ooredoo Hutchison
Oleh karena itulah dalam banyak hal, film ini terdengar berceloteh terlalu berlebihan, memuntahkan informasi yang terlampau banyak tanpa membuat kita peduli dengan si tokoh utama. Tak ada informasi ap apun terkait soal mengapa si tokoh utama bisa begitu kejam pada orang yang tak dikenalnya di media sosial.

Foto: YouTube Indosat Ooredoo Hutchison
Jadinya memang Delete begitu melelahkan menontonnya hanya dalam enam menit durasinya karena menyajikan “war” yang biasa kita lihat di media sosial tanpa mencoba menggali lebih dalam tentang motivasi hingga apa yang bisa kita lakukan jika menghadapi kejadian serupa di dunia nyata.
Delete hadir sekadar memotret tanpa berusaha mencoba menyadarkan penonton betapa pentingnya berinternet secara positif, betapa pentingnya saling menghargai baik di dunia maya maupun di dunia nyata.
Sebagai fragmen ala TikTok, Delete bisa saja dianggap berhasil dan dielu-elukan. Namun sebagai film pendek, Delete gagal merangkul semua kelebihan yang dimiliki media visual serevolusioner film.

Foto: YouTube Indosat Ooredoo Hutchison
Lihat Juga :