Selain Anak Sekolah, Ibu Hamil dan Balita Perlu Makanan Bergizi untuk Cegah Stunting
Sabtu, 06 April 2024 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, laporan pada 2022 dari World Food Program, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi pangan, menyatakan bahwa dari sampel data 176 negara diperoleh angka 418 juta anak menerima manfaat dari program makanan di sekolah. Jumlah ini 30 juta lebih banyak dibanding 388 juta anak yang mendapatkan manfaat serupa sebelum pandemik pada awal 2020.
Dalam aspek usia, dari jumlah tersebut sekitar 41% merupakan anak sekolah dasar yang mendapatkan makanan gratis atau bersubsidi. Dalam aspek pendapatan, program ini menjangkau 61% anak usia sekolah di negara berpendapatan tinggi, 48% di negara berpendapatan menengah atas. Sementara, di negara berpendapatan rendah, hanya 18% siswa yang menerima makanan di sekolah setiap hari.
Selain program nutrisi untuk anak usia sekolah, diperlukan juga kebijakan untuk mencegah stunting di awal masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Fokus untuk program ini adalah pada pendampingan untuk Ibu Hamil dan Bayi, serta pemberian dukungan nutrisi bagi Ibu Hamil dan Bayi yang memerlukan.
Apalagi, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2022 angka stunting di Indonesia berada di 21,6%. Jumlah tersebut terbilang cukup tinggi bila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga. Indonesia sendiri memiliki target untuk mencapai prevalensi stunting sebesar 14% di tahun 2024.
Ada beberapa cara untuk mencegah stunting yang dimulai saat masih dalam masa kehamilan, yaitu dengan memenuhi kebutuhan nutrisi guna mencegah stunting pada anak.
Untuk mencukupi asupan nutrisi di atas guna mencegah stunting pada anak, ibu hamil perlu mengkonsumsi berbagai jenis makanan sehat bergizi seimbang, seperti ikan, telur, daging, seafood, kacang, biji-bijian, susu, keju, yoghurt, serta aneka buah dan sayuran.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dr. Hasto Wardoyo menyarankan program makan siang gratis juga menyasar ibu hamil agar lebih efektif menurunkan risiko anak lahir stunting.
Dalam aspek usia, dari jumlah tersebut sekitar 41% merupakan anak sekolah dasar yang mendapatkan makanan gratis atau bersubsidi. Dalam aspek pendapatan, program ini menjangkau 61% anak usia sekolah di negara berpendapatan tinggi, 48% di negara berpendapatan menengah atas. Sementara, di negara berpendapatan rendah, hanya 18% siswa yang menerima makanan di sekolah setiap hari.
Selain program nutrisi untuk anak usia sekolah, diperlukan juga kebijakan untuk mencegah stunting di awal masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Fokus untuk program ini adalah pada pendampingan untuk Ibu Hamil dan Bayi, serta pemberian dukungan nutrisi bagi Ibu Hamil dan Bayi yang memerlukan.
Apalagi, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2022 angka stunting di Indonesia berada di 21,6%. Jumlah tersebut terbilang cukup tinggi bila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga. Indonesia sendiri memiliki target untuk mencapai prevalensi stunting sebesar 14% di tahun 2024.
Ada beberapa cara untuk mencegah stunting yang dimulai saat masih dalam masa kehamilan, yaitu dengan memenuhi kebutuhan nutrisi guna mencegah stunting pada anak.
Untuk mencukupi asupan nutrisi di atas guna mencegah stunting pada anak, ibu hamil perlu mengkonsumsi berbagai jenis makanan sehat bergizi seimbang, seperti ikan, telur, daging, seafood, kacang, biji-bijian, susu, keju, yoghurt, serta aneka buah dan sayuran.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dr. Hasto Wardoyo menyarankan program makan siang gratis juga menyasar ibu hamil agar lebih efektif menurunkan risiko anak lahir stunting.
Lihat Juga :