Lawan Propaganda Ektrimis tentang Pekerja Migran melalui Film Dokumenter
Sabtu, 20 April 2024 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Ani Ema Susanti mengungkap kisah inspiratif di balik pembuatan film tersebut. Pengalaman Ani Ema sebagai manajer audiovisual di Ruangobrol membawanya bertemu dengan individu yang terlibat dalam jaringan teroris dan pekerja migran yang terjebak dalam jerat eksploitasi.
Melalui lensa yang ditawarkannya, Ani Ema menyaksikan transformasi individu-individu ini dari radikalisasi hingga menjadi agen perdamaian. Ani mengaku, pembuatan film ini bertujuan untuk memperkuat suara para pekerja migran dan mengatasi eksploitasi.
Perjalanan Ani Ema dari seorang pekerja migran menjadi advokat memberikan wawasan mendalam tentang perjuangan dan tantangan yang dihadapi oleh jutaan pekerja migran di seluruh dunia.
Yang menarik, Ani Ema bersama Ruang Migran membentuk RUMI Academy dan memberikan worskhop setiap minggu kepada para pekerja Migran.
"Setelah dua bulan mereka bisa praktik menulis cerita lalu memproduksi film. Mereka juga menjadi sutradara sekaligus pemain. Hasil karya film pendek teman-teman pekerja migran ini bisa diakses melalui aplikasi Ruang Migran Indonesia," katanya.
Melalui lensa yang ditawarkannya, Ani Ema menyaksikan transformasi individu-individu ini dari radikalisasi hingga menjadi agen perdamaian. Ani mengaku, pembuatan film ini bertujuan untuk memperkuat suara para pekerja migran dan mengatasi eksploitasi.
Perjalanan Ani Ema dari seorang pekerja migran menjadi advokat memberikan wawasan mendalam tentang perjuangan dan tantangan yang dihadapi oleh jutaan pekerja migran di seluruh dunia.
Yang menarik, Ani Ema bersama Ruang Migran membentuk RUMI Academy dan memberikan worskhop setiap minggu kepada para pekerja Migran.
"Setelah dua bulan mereka bisa praktik menulis cerita lalu memproduksi film. Mereka juga menjadi sutradara sekaligus pemain. Hasil karya film pendek teman-teman pekerja migran ini bisa diakses melalui aplikasi Ruang Migran Indonesia," katanya.
(tsa)
Lihat Juga :