Apakah Bayi Sering Mengejan Bahaya untuk Kesehatannya? Ini Penjelasan Dokter
Minggu, 28 April 2024 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi kondisi itu bukan kolik ya, alergi protein susu sapi, bukan juga sembelit,” jelasnya.
Dokter Arifianto menjelaskan, kondisi tersebut sebagai bentuk proses pembelajaran bayi dalam mengkoordinasikan otot-otot dinding perutnya untuk mendorong tinja. Kadang memang bisa sampai menangis bayinya.
Baca Juga: 5 Makanan untuk Membantu Berhenti Merokok, Termasuk Permen Karet
“Coba deh bayangkan aja kita jadi bayi, baru bisa telentang, belum pandai duduk. Terus harus BAB sambil telentang. Susah kan! Kentut aja susah sambil berbaring. Minimal harus sambil miring, baru bisa keluar gasnya,” tuturnya.
Jadi para ibu yang melihat bayinya mengejan kencang untuk kentut atau BAB, sebaiknya ganti posisi untuk mendudukkan si kecil.
“Supaya bayinya lebih nyaman. Makin besar bayinya, akan makin berkurang dyschezia-nya,” kata dr. Arifianto.
Dokter Arifianto menjelaskan, kondisi tersebut sebagai bentuk proses pembelajaran bayi dalam mengkoordinasikan otot-otot dinding perutnya untuk mendorong tinja. Kadang memang bisa sampai menangis bayinya.
Baca Juga: 5 Makanan untuk Membantu Berhenti Merokok, Termasuk Permen Karet
“Coba deh bayangkan aja kita jadi bayi, baru bisa telentang, belum pandai duduk. Terus harus BAB sambil telentang. Susah kan! Kentut aja susah sambil berbaring. Minimal harus sambil miring, baru bisa keluar gasnya,” tuturnya.
Jadi para ibu yang melihat bayinya mengejan kencang untuk kentut atau BAB, sebaiknya ganti posisi untuk mendudukkan si kecil.
“Supaya bayinya lebih nyaman. Makin besar bayinya, akan makin berkurang dyschezia-nya,” kata dr. Arifianto.
(tsa)
Lihat Juga :