CERMIN: Belajar Bikin Film yang Keren dan Seksi dari Luca Guadagnino
Jum'at, 03 Mei 2024 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
Art dan Patrick sudah bersahabat sejak usia 12 tahun sejak mereka bersama-sama belajar tenis di sebuah akademi. Persahabatan mereka kuat, dibarengi dengan persaingan tak kentara di antara keduanya. Persaingan yang kelak melibatkan Tashi dan membuat hubungan keduanya menjadi memanas.
Namunalih-alih membuat Challengers sekadar kisah perebutan seorang cewek dari dua orang cowok, Luca membawa cerita ini ke level tak terbayangkan. Cerita ini tentang nafsu yang menggebu-gebu, tentang upaya menahan diri habis-habisan, dan tentang bagaimana seorang perempuan berada di tengah medan pertempuran. Dan lapangan tenis menjadi medan pertempuran itu.
Luca membawa Challengers menjadi supermenarik, juga terutama karena penceritaannya yang maju-mundur dengan asyik yang dibuat oleh penulis skenario Justin Kuritzkes. Dengan linimasa yang betul-betul terjaga dan bisa dimengerti penonton, ini membuat kita memahami betul apa yang sesungguhnya terjadi di antara mereka bertiga.
![CERMIN: Belajar Bikin Film yang Keren dan Seksi dari Luca Guadagnino]()
Foto: Warner Bros. Pictures
Bekerja sama dengan sinematografer asal Thailand yang menjadi langganannya sejak Call Me By Your Name(2017) dan Suspiria (2018), Sayombhu Mukdeeprom, Luca konsisten menghadirkan petualangan ketiga anak muda ini lewat sejumlah komposisi gambar yang tak lazim, tapi anehnya terasa superkeren dan seksi dalam waktu bersamaan.
Sensualitas dihadirkan habis-habisan dalam gambar-gambar extreme close up dari ketiga karakter, juga ketika mereka berada di tengah lapangan yang menjadi medan pertempuran. Luca menghindar dari klise dengan sekadar menghadirkan adegan-adegan seks, tapi justru menghadirkan gambar-gambar yang terasa sensual, meski tak menyajikan adegan seks.
Seperti masih belum cukup percaya diri dengan gambar-gambar sensualnya, Luca masih mendorong Challengers melalui penataan musik yang bisa hadir energetik dan seksi dalam waktu yang bersamaan dari duo peraih dua Piala Oscar, Trent Reznor dan Atticus Ross.
Kita masih bisa merasakan kekhasan ilustrasi musik yang dihadirkan Trent dan Atticus sebagaimana yang mereka tampilkan dalam dua film yang membuat mereka membawa pulang Academy Awards, The Social Network (2011) dan Soul (2021). Dan entah bagaimana terasa betul-betul sinkron dengan gambar-gambar sensual dari Sayombhu.
![CERMIN: Belajar Bikin Film yang Keren dan Seksi dari Luca Guadagnino]()
Foto: Warner Bros. Pictures
Namunalih-alih membuat Challengers sekadar kisah perebutan seorang cewek dari dua orang cowok, Luca membawa cerita ini ke level tak terbayangkan. Cerita ini tentang nafsu yang menggebu-gebu, tentang upaya menahan diri habis-habisan, dan tentang bagaimana seorang perempuan berada di tengah medan pertempuran. Dan lapangan tenis menjadi medan pertempuran itu.
Luca membawa Challengers menjadi supermenarik, juga terutama karena penceritaannya yang maju-mundur dengan asyik yang dibuat oleh penulis skenario Justin Kuritzkes. Dengan linimasa yang betul-betul terjaga dan bisa dimengerti penonton, ini membuat kita memahami betul apa yang sesungguhnya terjadi di antara mereka bertiga.

Foto: Warner Bros. Pictures
Bekerja sama dengan sinematografer asal Thailand yang menjadi langganannya sejak Call Me By Your Name(2017) dan Suspiria (2018), Sayombhu Mukdeeprom, Luca konsisten menghadirkan petualangan ketiga anak muda ini lewat sejumlah komposisi gambar yang tak lazim, tapi anehnya terasa superkeren dan seksi dalam waktu bersamaan.
Sensualitas dihadirkan habis-habisan dalam gambar-gambar extreme close up dari ketiga karakter, juga ketika mereka berada di tengah lapangan yang menjadi medan pertempuran. Luca menghindar dari klise dengan sekadar menghadirkan adegan-adegan seks, tapi justru menghadirkan gambar-gambar yang terasa sensual, meski tak menyajikan adegan seks.
Seperti masih belum cukup percaya diri dengan gambar-gambar sensualnya, Luca masih mendorong Challengers melalui penataan musik yang bisa hadir energetik dan seksi dalam waktu yang bersamaan dari duo peraih dua Piala Oscar, Trent Reznor dan Atticus Ross.
Kita masih bisa merasakan kekhasan ilustrasi musik yang dihadirkan Trent dan Atticus sebagaimana yang mereka tampilkan dalam dua film yang membuat mereka membawa pulang Academy Awards, The Social Network (2011) dan Soul (2021). Dan entah bagaimana terasa betul-betul sinkron dengan gambar-gambar sensual dari Sayombhu.

Foto: Warner Bros. Pictures
Lihat Juga :