CERMIN: Fotografer Perempuan di Tengah Medan Perang
Sabtu, 04 Mei 2024 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Lee tetaplah seorang manusia yang memiliki batas, yang bisa jadi selalu berusaha didekapnya erat-erat. Namun kita tahu suatu saat batas itu luntur hingga tak ada lagi batas, tak ada lagi hal yang bisa membuat seseorang masih merasa dirinya seorang manusia.
Di tengah situasi tak menentu itu, ada Jessie yang tengah mencari jati dirinya sebagai seorang fotografer perang. Ia sering kali bertindak ceroboh, tak awas dengan bahaya yang selalu bisa mengintainya kapan saja, dan bahkan melakukan hal-hal yang membahayakan sesama rekan-rekannya.
![CERMIN: Fotografer Perempuan di Tengah Medan Perang]()
Foto: A24
Kita melihat bagaimana dua perempuan yang terpaut usia cukup jauh dalam memandang sebuah peristiwa. Bagaimana Lee yang berusaha selalu bersikap dingin dan sinis seperti James Natchwey, tapi tak bisa mengelak dari kewarasannya ketika ia terus-menerus digempur peristiwa yang menimbulkan gelombang trauma.
Alex Garland bukan seorang sutradara sembarangan. Bahkan sebagian menganggapnya seorang peramal. Filmnya pada 2014, Ex Machina, menggambarkan dengan cemerlang hal yang bisa terjadi pada masa depan.
Lalu 10 tahun setelah film tersebut dirilis, kita berhadapan dengan robot AI sebagaimana yang digambarkan Alex dalam film tersebut.
Oleh karena itu,apakah Civil War juga menjadi semacam ramalan dari Alex bahwa akan terjadi perpecahan, pertumpahan darah, hingga kehancuran di Amerika dalam waktu dekat yang disebabkan oleh pertikaian sesama?
Bibit-bibit itu sesungguhnya semakin terlihat sejak Donald Trump memimpin Amerika. Gerakan ekstremis semakin tumbuh subur tak tertahankan, gelombang separatis juga mengalami musim seminya sendiri dan bahkan sebagian warga Amerika tak sadar bahwa ancaman bahaya tengah terjadi di depan mata mereka.
Alex mengingatkan itu melalui kisah fiksinya dengan meminjam mata fotografer dan jurnalis yang merelakan diri berada di garis depan. Mungkin untuk sekadar mencari kebenaran dan sedapat mungkin memotretnya.
![CERMIN: Fotografer Perempuan di Tengah Medan Perang]()
Foto: A24
Perpecahan selalu bisa terjadi di mana saja. Tidak hanya di Amerika, juga bisa di Indonesia. Kita sudah pernah melihat di sejumlah wilayah ketika agama bisa memecah belah persaudaraan kita yang sudah terjalin dengan baik selama ratusan tahun.
Di tengah situasi tak menentu itu, ada Jessie yang tengah mencari jati dirinya sebagai seorang fotografer perang. Ia sering kali bertindak ceroboh, tak awas dengan bahaya yang selalu bisa mengintainya kapan saja, dan bahkan melakukan hal-hal yang membahayakan sesama rekan-rekannya.

Foto: A24
Kita melihat bagaimana dua perempuan yang terpaut usia cukup jauh dalam memandang sebuah peristiwa. Bagaimana Lee yang berusaha selalu bersikap dingin dan sinis seperti James Natchwey, tapi tak bisa mengelak dari kewarasannya ketika ia terus-menerus digempur peristiwa yang menimbulkan gelombang trauma.
Alex Garland bukan seorang sutradara sembarangan. Bahkan sebagian menganggapnya seorang peramal. Filmnya pada 2014, Ex Machina, menggambarkan dengan cemerlang hal yang bisa terjadi pada masa depan.
Lalu 10 tahun setelah film tersebut dirilis, kita berhadapan dengan robot AI sebagaimana yang digambarkan Alex dalam film tersebut.
Oleh karena itu,apakah Civil War juga menjadi semacam ramalan dari Alex bahwa akan terjadi perpecahan, pertumpahan darah, hingga kehancuran di Amerika dalam waktu dekat yang disebabkan oleh pertikaian sesama?
Bibit-bibit itu sesungguhnya semakin terlihat sejak Donald Trump memimpin Amerika. Gerakan ekstremis semakin tumbuh subur tak tertahankan, gelombang separatis juga mengalami musim seminya sendiri dan bahkan sebagian warga Amerika tak sadar bahwa ancaman bahaya tengah terjadi di depan mata mereka.
Alex mengingatkan itu melalui kisah fiksinya dengan meminjam mata fotografer dan jurnalis yang merelakan diri berada di garis depan. Mungkin untuk sekadar mencari kebenaran dan sedapat mungkin memotretnya.

Foto: A24
Perpecahan selalu bisa terjadi di mana saja. Tidak hanya di Amerika, juga bisa di Indonesia. Kita sudah pernah melihat di sejumlah wilayah ketika agama bisa memecah belah persaudaraan kita yang sudah terjalin dengan baik selama ratusan tahun.
Lihat Juga :