Sering BAB Sehabis Makan, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?
Selasa, 07 Mei 2024 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Refleks gastrokolik merupakan sebuah refleks otomatis yang terjadi di usus untuk melepaskan hormon dan sinyal ke otak. Tujuannya agar usus bisa bekerja lebih aktif serta mengosongkan saluran cerna.
“Itu melepaskan hormon dan sinyal ke otak agar usus bekerja lebih aktif dan mengosongkan saluran cerna biar makanan yang baru bisa masuk,” ujarnya.
Meski begitu, dr. Kevin mengungkap bahwa respons ini sangat normal dan baik untuk tubuh. Sebab, refleks gastrokolik sangat dibutuhkan agar usus dapat bekerja dengan baik.
Dijelaskannya, kotoran yang keluar setelah makan bukan berasal dari makanan yang baru saja dimakan. Akan tetapi, kotoran yang dibuang itu merupakan makanan yang sudah ada di dalam usus selama sehari atau dua hari sebelumnya.
“Jadi ketika makan udah kenyang dan tiba-tiba mau BAB, yang keluar sebenernya bukan makanan yang baru aja dimakan,” ucap dr. Kevin.
“Itu melepaskan hormon dan sinyal ke otak agar usus bekerja lebih aktif dan mengosongkan saluran cerna biar makanan yang baru bisa masuk,” ujarnya.
Meski begitu, dr. Kevin mengungkap bahwa respons ini sangat normal dan baik untuk tubuh. Sebab, refleks gastrokolik sangat dibutuhkan agar usus dapat bekerja dengan baik.
Dijelaskannya, kotoran yang keluar setelah makan bukan berasal dari makanan yang baru saja dimakan. Akan tetapi, kotoran yang dibuang itu merupakan makanan yang sudah ada di dalam usus selama sehari atau dua hari sebelumnya.
“Jadi ketika makan udah kenyang dan tiba-tiba mau BAB, yang keluar sebenernya bukan makanan yang baru aja dimakan,” ucap dr. Kevin.
Lihat Juga :