L'Oréal Pertegas Komitmen untuk Suarakan Pemberdayaan Perempuan lewat Festival Film Cannes 2024
Senin, 13 Mei 2024 - 05:37 WIB
loading...
LOréal Paris akan kembali hadir di Festival Film Cannes 2024. Tahun ini, LOréal bersama Cinta Laura dan Putri Marino bakal menghadiri red carpet festival film tersebut yang direncanakan digelar pada 14-16 Mei 2024. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - L'Oréal Paris akan kembali hadir di Festival Film Cannes 2024. Tahun ini, L'Oréal bersama Cinta Laura dan Putri Marino bakal menghadiri red carpet festival film tersebut yang direncanakan digelar pada 14-16 Mei 2024.
Kehadiran L’Oréal Paris di Cannes Film Festival 2024 semakin mengukuhkan komitmen mereka dalam mendukung inklusivitas dan pemberdayaan perempuan, termasuk di industri perfilman.
Data mengungkapkan bahwa sineas perempuan masih kurang terwakili di industri perfilman global, baik yang bekerja di depan maupun di belakang layar. Saat ini tercatat hanya 17% perempuan yang berhasil menjadi sutradara film terkemuka, dan hanya 25% perempuan yang berkesempatan berkarya di belakang layar.
Industri perfilman Indonesia juga menghadapi tantangan serupa terkait kurangnya representasi sineas perempuan. Kurangnya representasi ini meluas ke berbagai aspek pembuatan film, termasuk penyutradaraan, produksi, dan penulisan skenario. Meskipun seiring berjalannya waktu mulai bermunculan sutradara perempuan bertalenta yang mendapat pengakuan, namun masih tetap minoritas dibandingkan dengan sutradara laki-laki.
Oleh karena itu, penting untuk terus menyuarakan dukungan terhadap perempuan sebagai respons dari ketidakseimbangan representasi di industri film ini, baik secara global maupun di Indonesia.
Kehadiran L’Oréal Paris di Cannes Film Festival 2024 semakin mengukuhkan komitmen mereka dalam mendukung inklusivitas dan pemberdayaan perempuan, termasuk di industri perfilman.
Data mengungkapkan bahwa sineas perempuan masih kurang terwakili di industri perfilman global, baik yang bekerja di depan maupun di belakang layar. Saat ini tercatat hanya 17% perempuan yang berhasil menjadi sutradara film terkemuka, dan hanya 25% perempuan yang berkesempatan berkarya di belakang layar.
Industri perfilman Indonesia juga menghadapi tantangan serupa terkait kurangnya representasi sineas perempuan. Kurangnya representasi ini meluas ke berbagai aspek pembuatan film, termasuk penyutradaraan, produksi, dan penulisan skenario. Meskipun seiring berjalannya waktu mulai bermunculan sutradara perempuan bertalenta yang mendapat pengakuan, namun masih tetap minoritas dibandingkan dengan sutradara laki-laki.
Oleh karena itu, penting untuk terus menyuarakan dukungan terhadap perempuan sebagai respons dari ketidakseimbangan representasi di industri film ini, baik secara global maupun di Indonesia.
Lihat Juga :