Obesitas pada Anak Berpengaruh Terhadap Emosi dan Perilaku

Kamis, 07 Februari 2019 - 14:07 WIB
Obesitas pada Anak Berpengaruh...
Obesitas pada Anak Berpengaruh Terhadap Emosi dan Perilaku
A A A
ANITA hari itu mogok sekolah. Sang ibu bingung mengapa putri bungsunya itu menolak bersekolah, padahal selama ini Anita tidak ada masalah dalam pelajaran. “Setelah saya tanya dan dekati, ternyata Nita kemarin dikatain gendut sama teman sekelasnya. Dia kesal dan jadi mogok belajar,” kata Tasya, ibu anak 8 tahun itu. Akhirnya Tasya berinisiatif bertemu wali kelas Anita dan membicarakan masalah itu.

“Anak yang ngatain Anita kemudian dipanggil dan disuruh meminta maaf kepada Anita, jadi dia mau sekolah lagi,” tutur Tasya. Kesannya sepele, tapi masalah fisik erat kaitannya dengan penerimaan sosial. Kegemukan berdampak pada masalah emosi dan perilaku.

Sebagai contoh, obesitas memiliki stereotip yang cenderung negatif. Dari sudut pandang anak-anak, misalnya, apakah anak gemuk nyaman diajak bermain temantemannya? Untuk permainan fisik yang kompetitif, umumnya anak obesitas tidak dapat bergerak aktif atau lamban.

“Hal ini secara tidak langsung akan berdampak pada harga diri dan kepercayaan diri anak yang menjadi rendah,” kata Aurora Lumbantoruan MPsi. Psikolog ini menuturkan, remaja dan anak perempuan lebih terkena dampak sosial ini daripada remaja laki-laki yang gemuk.

Karena itu, orang tua sebaiknya memberikan contoh pola makan yang sehat kepada anak agar terhindar dari masalah obesitas. Sedangkan, untuk anak yang telanjur obesitas, sebaiknya orang tua melakukan upaya untuk menurunkan berat badan anak secara bertahap. Sementara itu, psikolog anak dan keluarga Naomi Soetikno MPsi memaparkan, orang tua memang memegang peran besar dalam membuat anak menjadi obesitas.“Anak adalah peniru ulung. Dia meniru orang tua terlebih dahulu sebelum meniru lingkungan. Dalam pola makan, apa yang dimakan orang tua juga akan dimakan anak. Bahkan, masalah makan pada anak juga dipengaruhi orang tua,” beber Naomi. Demi menghindari anak rewel, misalnya, orang tua akan membiarkan anak makan apa pun yang disukai, kapan pun anak suka.
Atau, anak menolak makan sayur dan hanya mau makan roti dan permen, semuanya dituruti orang tua. Orang tua juga acap kali mengabaikan kandungan gizi yang dimakan anak sehari-hari. Padahal, makanan adalah sumber energi utama.

Makanan tinggi kalori seperti gula dan lemak, tanpa disertai aktivitas fisik, menjadi penyebab utama kegemukan anak. Pola makan sehat dimulai dari inisiatif orang tua dengan membiasakan makan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat jenis.

Selain itu, orang tua harus menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Tetapi menurut Naomi, harus diingat bahwa saat makan jangan menjadi sarana penghakiman untuk anak. Terkadang orang tua mengkritik anak justru saat makan, bahkan cara anak makan kadang menjadi sasaran kritik. Pada akhirnya, anak menjadi lebih memilih makan sendirian.
(don)
Berita Terkait
Ahli Gizi Ingatkan Peran...
Ahli Gizi Ingatkan Peran Orang Tua dan Guru dalam Menjaga Kesehatan Anak
Pentingnya Menjaga Kesehatan...
Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologis Anak sejak Dini
Edukasi Kesehatan Kulit...
Edukasi Kesehatan Kulit Anak
Awas, Jerawat Genital...
Awas, Jerawat Genital juga Serang Anak
Cara Tangani Penyakit...
Cara Tangani Penyakit Hepatitis pada Anak, Orang Tua Harus Tahu
Pentingnya Pemeriksaan...
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Mata Anak Sejak Dini
Berita Terkini
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
8 menit yang lalu
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
1 jam yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
1 jam yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
2 jam yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
2 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved