8 Potret Kehidupan Nyata dalam Drakor The 8 Show, dari Dunia Kerja hingga Medsos
Senin, 20 Mei 2024 - 13:46 WIB
loading...
Drama Korea The 8 Show menampilkan potret kehidupan sosial yang nyata dialami masyarakat umum. Foto/Netflix
A
A
A
JAKARTA - The 8 Show adalah drama Korea pendek delapan episode di Netflix. Kisahnya tentang delapan orang yang ditempatkan dalam sebuah permainan demi mendapatkan uang.
Serial ini adalah hasil adaptasi webtoon Money Game dan Pi Game karya Bae Jin-soo. Masing-masing dirilis dalam rentang 2018-2020 dan 2020-2021.
Drakor The 8 Show mengisahkan delapan orang yang masing-masing sedang mengalami masalah hidup. Mereka lalu secara misterius terlibat dalam permainan yang membuat mereka mendapat bayaran dengan cara menghabiskan waktu di sebuah ruangan.
Baca Juga: 5 Fakta Drakor Begins Youth dan Biodata Pemainnya, Adaptasi dari BTS Universe
Sepanjang waktu di sana, mereka bisa membeli barang-barang kebutuhan dengan upah mereka, tapi dengan biaya 100 kali lebih mahal. Jika tak mau membayar dengan uang, mereka bisa membayarnya dengan waktu mereka, tapi untuk melakukannya mereka harus melakukan aksi tertentu terlebih dahulu.
Mereka nantinya akan diberikan bayaran dalam bentuk uang setelah menyelesaikan permainan.
Meski premisnya bukan hal baru, tapi penceritaan dan konflikThe 8 Show menggambarkan kehidupan yang dekat dengan keseharian masyarakat lewat karakter-karakternya. Penonton pun bisa terhubung dengan tiap karakter, terutama mereka yang berada di level sosial bawah.
Berikut ini delapan potret kehidupan nyata dalam The 8 Show yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
![8 Potret Kehidupan Nyata dalam Drakor The 8 Show, dari Dunia Kerja hingga Medsos]()
Foto:Netflix
Pada awal episode 1, penonton diberi tahu bahwa tiap peserta mendapatkan upah besar hanya dengan menghabiskan waktu tanpa melakukan apa pun di sana. Upah dihitung per menit.
Namun belakangan kita tahu bahwa nilai upah tiap lantai ternyata berbeda. Upah bagi peserta di lantai 1F (Bae Sung-woo) jadi yang paling kecil, yaitu hanya 10 ribu won (Rp117,8 ribu) per menit.
Lalu lantai 2F (Lee Joo-young) hanya bertambah 10 ribu menjadi 20 ribu won per menit. Lantas lantai 3F (Ryu Jun-yeol) sebesar 30 ribu won.
Selanjutnya, penghitungan untuk upah bagi peserta lantai berikutnya diberikan berdasarkan hasil penambahan dari lantai sebelumnya. Ini berarti peserta lantai 4F (Lee Yul-Eum) mendapatkan 50 ribu won per menit.
Lalu berturut-turut peserta lantai 5F (Moon Jeong-hee) mendapatkan 80 ribu won, 6F (Park Hae-joon) 130 ribu won, lantai 7F (Park Jeong-min) 210 ribu won, dan lantai 8F (Chun Woo-hee) melambung hingga 340 ribu won (Rp4 juta) per menit.
Serial ini adalah hasil adaptasi webtoon Money Game dan Pi Game karya Bae Jin-soo. Masing-masing dirilis dalam rentang 2018-2020 dan 2020-2021.
Drakor The 8 Show mengisahkan delapan orang yang masing-masing sedang mengalami masalah hidup. Mereka lalu secara misterius terlibat dalam permainan yang membuat mereka mendapat bayaran dengan cara menghabiskan waktu di sebuah ruangan.
Baca Juga: 5 Fakta Drakor Begins Youth dan Biodata Pemainnya, Adaptasi dari BTS Universe
Sepanjang waktu di sana, mereka bisa membeli barang-barang kebutuhan dengan upah mereka, tapi dengan biaya 100 kali lebih mahal. Jika tak mau membayar dengan uang, mereka bisa membayarnya dengan waktu mereka, tapi untuk melakukannya mereka harus melakukan aksi tertentu terlebih dahulu.
Mereka nantinya akan diberikan bayaran dalam bentuk uang setelah menyelesaikan permainan.
Meski premisnya bukan hal baru, tapi penceritaan dan konflikThe 8 Show menggambarkan kehidupan yang dekat dengan keseharian masyarakat lewat karakter-karakternya. Penonton pun bisa terhubung dengan tiap karakter, terutama mereka yang berada di level sosial bawah.
Berikut ini delapan potret kehidupan nyata dalam The 8 Show yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Hierarki Upah yang Penuh Kesenjangan

Foto:Netflix
Pada awal episode 1, penonton diberi tahu bahwa tiap peserta mendapatkan upah besar hanya dengan menghabiskan waktu tanpa melakukan apa pun di sana. Upah dihitung per menit.
Namun belakangan kita tahu bahwa nilai upah tiap lantai ternyata berbeda. Upah bagi peserta di lantai 1F (Bae Sung-woo) jadi yang paling kecil, yaitu hanya 10 ribu won (Rp117,8 ribu) per menit.
Lalu lantai 2F (Lee Joo-young) hanya bertambah 10 ribu menjadi 20 ribu won per menit. Lantas lantai 3F (Ryu Jun-yeol) sebesar 30 ribu won.
Selanjutnya, penghitungan untuk upah bagi peserta lantai berikutnya diberikan berdasarkan hasil penambahan dari lantai sebelumnya. Ini berarti peserta lantai 4F (Lee Yul-Eum) mendapatkan 50 ribu won per menit.
Lalu berturut-turut peserta lantai 5F (Moon Jeong-hee) mendapatkan 80 ribu won, 6F (Park Hae-joon) 130 ribu won, lantai 7F (Park Jeong-min) 210 ribu won, dan lantai 8F (Chun Woo-hee) melambung hingga 340 ribu won (Rp4 juta) per menit.
Lihat Juga :