8 Potret Kehidupan Nyata dalam Drakor The 8 Show, dari Dunia Kerja hingga Medsos
Senin, 20 Mei 2024 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Dengan selisih upah antara 1F dengan 8F mencapai 330 ribu won (Rp3,8 juta) otomatis kamar tempat mereka tinggal juga jauh berbeda dari segi luas hingga barang yang mengisinya. Kamar 1F sangat kecil dengan langit-langit rendah, sedangkan 8F bak penthouse dengan ranjang besar, bak mandi, serta jendela yang sangat besar.
Gambaran kesenjangan upah ini juga potret dari perbedaan gaji kelas pekerja rendahan dengan para eksekutif yang menjadi bos mereka di perusahaan.
![8 Potret Kehidupan Nyata dalam Drakor The 8 Show, dari Dunia Kerja hingga Medsos]()
Foto:Netflix
Yang membuat perbedaan gaji ini menjadi sangat ironis adalah, dalam The 8 Show diperlihatkan bahwa mereka yang tinggal di lantai terbawah (1-3) menjadi yang harus paling keras bekerja. Ini berbanding terbalik dengan peserta lantai 8F.
Peserta lantai 8F mendapatkan kemewahan tersebut karena beruntung mengambil angka 8 alias lantai teratas. Karena punya banyak keuntungan itu, ia juga bisa berlaku semena-mena, misalnya menolak ikut berlari naik-turun tangga demi menambah waktu atau menahan akomodasi bagi peserta lain.
Ini berbanding terbalik dengan 1F yang harus melakukan kegiatan fisik meski fisiknya terbatas. Tak cuma itu, ia juga harus rela menerima kotoran hasil buang hajat dari seluruh peserta lainnya untuk ditaruh di kamarnya. Padahal, kamarnya juga sudah sangat sempit.
Hal yang sama juga berlaku untuk 3F yang mendapat giliran menampung kotoran manusia. Sedangkan peserta yang lain terbebas dari hal tersebut.
![8 Potret Kehidupan Nyata dalam Drakor The 8 Show, dari Dunia Kerja hingga Medsos]()
Foto: Netflix
Peserta lantai 1F adalah penyandang disabilitas dengan keterbatasan di kakinya. Ini membuatnya sulit naik-turun tangga.
Kondisi ini pula yang membuatnya otomatis memilih lantai terbawah, agar tidak perlu naik-turun tangga. Ini jadi gambaran kehidupan nyata, bahwa sejak awal penyandang disabilitas selalu memiliki keterbatasan pilihan dalam hidupnya, dalam bidang apa pun, karena sistem yang tidak mendukung.
![8 Potret Kehidupan Nyata dalam Drakor The 8 Show, dari Dunia Kerja hingga Medsos]()
Foto:Netflix
Selayaknya sistem hierarki, para penghuni lantai atas punya banyak keistimewaan. Namun itu saja ternyata tak cukup, mereka pun masih memanipulasi permainan agar peserta level bawah selalu menjadi pihak yang kalah dan dihinakan dalam tiap permainan.
Bukan hanya dihinakan secara lisan, mereka juga dilecehkan secara fisik, dipukuli hingga babak belur, dengan sistem curang yang dibuat seakan-akan adil dan berjalan dengan semestinya.
![8 Potret Kehidupan Nyata dalam Drakor The 8 Show, dari Dunia Kerja hingga Medsos]()
Foto:Netflix
Gambaran kesenjangan upah ini juga potret dari perbedaan gaji kelas pekerja rendahan dengan para eksekutif yang menjadi bos mereka di perusahaan.
2. Level Bawah Bekerja Jauh Lebih Keras, tapi Diperlakukan Paling Buruk

Foto:Netflix
Yang membuat perbedaan gaji ini menjadi sangat ironis adalah, dalam The 8 Show diperlihatkan bahwa mereka yang tinggal di lantai terbawah (1-3) menjadi yang harus paling keras bekerja. Ini berbanding terbalik dengan peserta lantai 8F.
Peserta lantai 8F mendapatkan kemewahan tersebut karena beruntung mengambil angka 8 alias lantai teratas. Karena punya banyak keuntungan itu, ia juga bisa berlaku semena-mena, misalnya menolak ikut berlari naik-turun tangga demi menambah waktu atau menahan akomodasi bagi peserta lain.
Ini berbanding terbalik dengan 1F yang harus melakukan kegiatan fisik meski fisiknya terbatas. Tak cuma itu, ia juga harus rela menerima kotoran hasil buang hajat dari seluruh peserta lainnya untuk ditaruh di kamarnya. Padahal, kamarnya juga sudah sangat sempit.
Hal yang sama juga berlaku untuk 3F yang mendapat giliran menampung kotoran manusia. Sedangkan peserta yang lain terbebas dari hal tersebut.
3. Penyandang Disabilitas Mendapat Banyak Kesulitan

Foto: Netflix
Peserta lantai 1F adalah penyandang disabilitas dengan keterbatasan di kakinya. Ini membuatnya sulit naik-turun tangga.
Kondisi ini pula yang membuatnya otomatis memilih lantai terbawah, agar tidak perlu naik-turun tangga. Ini jadi gambaran kehidupan nyata, bahwa sejak awal penyandang disabilitas selalu memiliki keterbatasan pilihan dalam hidupnya, dalam bidang apa pun, karena sistem yang tidak mendukung.
4. Level Atas Selalu Menindas Level di Bawahnya

Foto:Netflix
Selayaknya sistem hierarki, para penghuni lantai atas punya banyak keistimewaan. Namun itu saja ternyata tak cukup, mereka pun masih memanipulasi permainan agar peserta level bawah selalu menjadi pihak yang kalah dan dihinakan dalam tiap permainan.
Bukan hanya dihinakan secara lisan, mereka juga dilecehkan secara fisik, dipukuli hingga babak belur, dengan sistem curang yang dibuat seakan-akan adil dan berjalan dengan semestinya.
5. Tidak Boleh Mati

Foto:Netflix
Lihat Juga :