alexametrics

Toto, Pemungkas Istimewa Pergelaran Java Jazz Festival 2019

loading...
Toto, Pemungkas Istimewa Pergelaran Java Jazz Festival 2019
Penampilan Toto di Special Show Java Jazz Festival 2019 di BNI Hall, Hall D2, JIExpo, Jakarta, Minggu (3/3/2019), benar-benar menjadi pemungkas istimewa. (KORAN SINDO/Ramadhan Adiputra)
A+ A-
JAKARTA - Penampilan Toto di Special Show Java Jazz Festival 2019 di BNI Hall, Hall D2, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (3/3/2019), benar-benar menjadi pemungkas festival tahunan ini yang sangat istimewa. Di barisan penonton, terlihat seolah tidak ada gap generasi. Tua, muda, bahkan yang masih berusia remaja pun tumpah ruah memadati show tersebut.

Mereka seolah tidak mau ketinggalan menyaksikan Toto unjuk kebolehan membawakan lagu-lagu jagoan mereka. Perfoma apik band asal Los Angeles, California, Amerika Serikat, itu bisa menjadi pembangkit kenangan indah bagi para fansnya sekaligus menjadi once in a lifetime experiment.

Pada malam terakhir Java Jazz Festival 2019 itu, Toto memulai aksi mereka dengan Devils Tower. Berturut-turut, mereka melantunkan Hold the Line dan Lovers in the Night sebelum sang vokalis yang juga gitaris band ini, Steve Lukather, menyapa para penonton.



“Halo Jakarta! Apa kabar? Terima kasih sudah datang. Ini ulang tahun ke-40 kami,” ujar musisi berusia 61 tahun itu dengan ramah.

Grup musik rock dan jazz fusion tersebut hadir di BNI Java Jazz 2019 sebagai special show hari terakhir salah satu pagelaran jazz terbesar di dunia ini. Energi Steve Lukather dkk terutama vokalis lainnya Joseph Williams di atas panggung sungguh luar biasa meskipun usia yang sudah tak muda lagi. Salut!

Di ajang Java Jazz Festival 2019 ini, Steve dan Joseph tetap bersama Steve Porcaro (keyboards dan backing vocals), David Paich dan (keyboards dan backing vocals). Selain itu, penampilan mereka juga didukung Shannon Forrest (drum), Lenny Castro (percussion), Shem von Schroeck (bass), Warren Ham (saxophone), serta Xavier Talpin (keyboards) yang kerap mengisi posisi David Paich.

Dalam penampilan mereka di Java Jazz Festival 2019, Steve dan Joseph silih berganti menjadi lead vocal. Tadi malam, 16 lagu dibawakan Toto termasuk lagu baru Alone, yang dilantunkan Joseph dengan sangat apik. Sementara, salah satu lagu yang paling ditunggu-tunggu, yaitu I Will Remember, dilantunkan Steve.

Kedua vokalis itu kemudian melantunkan English Eyes yang diikuti instrumental dari album Kingdom of Desire, yaitu Jack to the Bone. “Apakah Anda ingin lagu untuk berdansa?” tanya Steve. Track Rosanna, Georgy Porgy dan Human Nature pun dimainkan.

Tak hanya aksi panggung yang luar biasa. Interaksi penuh humor antara Joseph dan Steve membuat pertunjukan berjalan lebih akrab.

“Kalian tahu nggak ada alien di Bumi? Tuh, lihat ada di atas panggung,” ujar Joseph mengejek Steve.

Karya Toto yang sudah akrab di telinga pencinta band ini, yakni I’ll be Over You pun dimainkan. Begitu intro I’ll be Over You dimainkan, tanpa dikomando seribuan orang yang memadati BNI Hall – Hall D2, JIExpo, langsung menyanyi.

Steve lantas berhenti untuk memberikan pencinta band yang berdiri pada 1977 itu kembali mengulang chorus lagu legendaries itu. Kemudian, secara berurut-turut, Girl Goodbye, While My Guitar Gently Weeps, dibawakan.

Salah satu lagu yang paling ditunggu-tunggu penonton adalah Africa. Track yang diambil dari album IV ini kembali membuat penggemar TOTO buka suara menciptakan karaoke massal, terutama di bagian chorus lagu tersebut. Tahun lalu, lagu ini kembali mengemuka setelah dinungkil Pittbull untuk soundtrack film Aquaman.

Selepas Africa, lampu panggung dipadamkan dan personel Toto pun meninggalkan stage. Koor “We Want More!” serempak digemakan penonton di Hall D2. Joseph dkk pun kembali menghentak panggung lewat track Home of the Brave. Di tengah-tengah lagu Steve berterima kasih kepada penonton.

“Jakarta kalian yang terbaik! Kalian luar biasa! Terima kasih,” ujar Steve. Aksi musisi gaek ini ditutup dengan keseluruhan personel Toto memberikan salam membungkuk kepada penonton.

Tampil di BNI Java Jazz 2019 merupakan bagian dari tur dunia mereka 40 Trips Around the Sun. Tur tersebut digelar tak lama setelah album Greatest Hits dirilis. Di album ini, Toto menghadirkan seluruh lagu andalan mereka yang sudah akrab di telinga pemujanya. Tak lupa mereka memasukkan tiga lagu baru.

Band yang dibentuk pada 1977 ini memulai tur keliling dunia mereka pada 30 Desember tahun lalu di Falls Festival di Marion Bay, Tasmania, Australia. Setelah tampil di lima kota di Negeri Kangguru, Toto melangkah ke Selandia Baru. Di sana Steve dkk tampil di empat pertunjukan. Lalu berturut-turut Toto memanjakan penggemarnya di Jepang, Indonesia, Inggris, Irlandia, Swedia, dan beberapa negera Eropa lainnya.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak