Kiat Dampingi Anak Sekolah di Rumah
Rabu, 19 Agustus 2020 - 21:33 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Jovita juga menekankan pentingnya mengenali gaya belajar anak agar orangtua tidak mudah stres ketika menghadapi school from home. Cara mengenalinya antara lain dengan memperhatikan kebiasaan anak sehari-hari, memberikan tugas, berkomunikasi dengan guru dari sekolahnya, atau memperhatikan jenis gangguan yang memecah konsentrasi anak.
Gaya belajar ini terbagi menjadi visual, jika memahami informasi dengan cara melihat grafik, diagram, gambar, atau warna; auditory, jika memahami informasi dengan cara mendengar; read/write, jika memahami informasi dengan cara menulis dan membaca; dan kinestetik, jika memahami informasi dengan mencoba langsung dan menerapkan dalam kesehariannya.
Tak hanya itu, orangtua juga perlu memahami bahwa berbagai macam situasi yang terjadi di masa pandemi COVID-19 berpotensi menjadi stresor bagi anak. Misalnya kondisi yang ambigu karena anak melihat temannya bepergian, sedangkan dirinya harus terus berada di rumah, over exposure terhadap informasi mengenai COVID-19, dan perubahan signifikan pada berbagai kegiatan anak. (Baca Juga: Kenali Gejala Kelainan Refraksi pada Mata Anak )
“Dalam situasi seperti ini orangtua perlu membangun komunikasi yang membuat anak merasa tenang. Tetap tenang dan proaktif, tetapkan rutinitas dan jika anak belum bisa membuat jadwal, maka bantu anak membuatnya, kemudian berikan pengawasan yang sehat seperti melihat informasi apa saja yang dilihat anak. Lalu yang paling penting, orangtua jangan lupa untuk merawat diri sendiri. Karena orangtua yang bahagia akan membuat anak jadi bahagia,” timpal Psikolog Klinis Dewasa Fadhilah Eryananda.
Gaya belajar ini terbagi menjadi visual, jika memahami informasi dengan cara melihat grafik, diagram, gambar, atau warna; auditory, jika memahami informasi dengan cara mendengar; read/write, jika memahami informasi dengan cara menulis dan membaca; dan kinestetik, jika memahami informasi dengan mencoba langsung dan menerapkan dalam kesehariannya.
Tak hanya itu, orangtua juga perlu memahami bahwa berbagai macam situasi yang terjadi di masa pandemi COVID-19 berpotensi menjadi stresor bagi anak. Misalnya kondisi yang ambigu karena anak melihat temannya bepergian, sedangkan dirinya harus terus berada di rumah, over exposure terhadap informasi mengenai COVID-19, dan perubahan signifikan pada berbagai kegiatan anak. (Baca Juga: Kenali Gejala Kelainan Refraksi pada Mata Anak )
“Dalam situasi seperti ini orangtua perlu membangun komunikasi yang membuat anak merasa tenang. Tetap tenang dan proaktif, tetapkan rutinitas dan jika anak belum bisa membuat jadwal, maka bantu anak membuatnya, kemudian berikan pengawasan yang sehat seperti melihat informasi apa saja yang dilihat anak. Lalu yang paling penting, orangtua jangan lupa untuk merawat diri sendiri. Karena orangtua yang bahagia akan membuat anak jadi bahagia,” timpal Psikolog Klinis Dewasa Fadhilah Eryananda.
(tsa)
Lihat Juga :