Jadi Warisan Tak Benda UNESCO, Jamu Buktikan Jejak Empiris Obat Bahan Alami yang Bermutu
Jum'at, 31 Mei 2024 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai penutup kegiatan Pekan Jamu, dilaksanakan FGD “Jejak Empiris Obat Bahan Alam Menuju Produk Bermutu” yang menitikberatkan pengembangan dari sisi hulu dengan mempertimbangkan jamu dari sisi sumber bahan baku tanaman obat, sehingga dapat ditelusuri, dicatat dan didokumentasikan sebagai data empiris tanaman obat atau pengobatan tradisional.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan, Kemenko Bidang PMK, Budiono Subambang mengapresiasi Badan POM atas kegiatan Pekan Jamu dan diharapkan menjadi momentum dalam melestarikan dan mengembangkan budaya jamu Indonesia.
Pada kesempatan ini juga dibahas mengenai Konsep pembuktian empiris sebagai jaminan keamanan dan khasiat Jamu, Pemanfaatan data Ristoja dalam pembuktian empiris Jamu dan Pentingnya dokumentasi kekayaan kearifan lokal dan cara mendokumentasikan yang baik yang disampaikan oleh dr. Noor Wijayahadi MKes, PhD, apt. Rohmat Mujahid, S.Si, MSc dan Dr. Djoko Santosa, M.Si. Selain itu, disampaikan mengenai Peran Badan POM dalam mendampingi obat bahan alam di daerahnya menjadi produk bermutu yang diwakili oleh Kepala Balai Besar POM di Pontianak dan Kepala Balai POM di Jambi.
“Melalui kegiatan hari ini, semoga pemahaman pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan praktisi kesehatan serta masyarakat mengenai pentingnya data empiris dalam pengembangan obat bahan alam, dapat menjadi trigger bagi semua pihak untuk memulai pengumpulan data empiris obat bahan alam bagi perkembangan obat bahan alam menuju produk bermutu,” ujar Budiono Subambang.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan, Kemenko Bidang PMK, Budiono Subambang mengapresiasi Badan POM atas kegiatan Pekan Jamu dan diharapkan menjadi momentum dalam melestarikan dan mengembangkan budaya jamu Indonesia.
Pada kesempatan ini juga dibahas mengenai Konsep pembuktian empiris sebagai jaminan keamanan dan khasiat Jamu, Pemanfaatan data Ristoja dalam pembuktian empiris Jamu dan Pentingnya dokumentasi kekayaan kearifan lokal dan cara mendokumentasikan yang baik yang disampaikan oleh dr. Noor Wijayahadi MKes, PhD, apt. Rohmat Mujahid, S.Si, MSc dan Dr. Djoko Santosa, M.Si. Selain itu, disampaikan mengenai Peran Badan POM dalam mendampingi obat bahan alam di daerahnya menjadi produk bermutu yang diwakili oleh Kepala Balai Besar POM di Pontianak dan Kepala Balai POM di Jambi.
“Melalui kegiatan hari ini, semoga pemahaman pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan praktisi kesehatan serta masyarakat mengenai pentingnya data empiris dalam pengembangan obat bahan alam, dapat menjadi trigger bagi semua pihak untuk memulai pengumpulan data empiris obat bahan alam bagi perkembangan obat bahan alam menuju produk bermutu,” ujar Budiono Subambang.
(tdy)
Lihat Juga :