Gerakan #ShareTheCare Dorong para Ibu untuk Luangkan Waktu Merawat Diri dan Rasakan Kebahagiaan Sendiri
Minggu, 02 Juni 2024 - 10:30 WIB
loading...
Melalui gerakan #SharetheCare, Philips Avent bertujuan meningkatkan kesadaran dan mendorong keluarga, teman, serta support system lainnya untuk turut serta membantu para ibu. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Penelitian baru mengungkapkan bahwa dua dari tiga ibu (61%) hanya memiliki waktu satu jam atau kurang dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Lebih jauh penelitian itu juga menunjukkan, sekitar setengah dari para ibu (44%) merasa kesulitan untuk “melakukan segalanya” dengan lebih dari sepertiga (37%) memiliki kekhawatiran tentang kesehatan dan kebahagiaan mereka secara keseluruhan. Sebagian besar para ibu (73%) mengatakan, kesehatan dan kebahagiaan para ibu memiliki dampak terhadap kemampuan mereka untuk merawat bayi dari waktu ke waktu.
Hal ini mengungkapkan bahwa para ibu akan dapat merawat anak dengan baik ketika mereka juga memiliki waktu untuk merawat diri sendiri.
Penelitian tersebut melatari munculnya gerakan #Sharethecare oleh Royal Philips lewat produk Philips Avent. Gerakan ini hadir pada saat para ibu sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitar mereka lebih dari sebelumnya, di mana sebuah penelitian mengungkapkan, hampir semua ibu (74%) percaya tekanan dan harapan masyarakat terhadap mereka meningkat dalam 10 tahun terakhir, dengan banyak masyarakat (66%) juga sependapat dengan hal tersebut.
Faktanya, sebagian besar orang (88%) mengakui bahwa para ibu kurang mengindahkan kesehatan dan kebahagiaan pribadi mereka demi merawat bayi. Hal ini menimbulkan risiko, di mana para ibu (74%) menjadi merasa lebih cemas dibandingkan sebelum mereka memiliki anak.
Kurangnya istirahat memiliki peran besar dalam mempengaruhi perasaan para ibu. Lebih dari setengah (51%) mengatakan, kurang tidur membuat mereka merasa lebih tertekan, di mana hampir seperempat (23%) kehilangan tiga jam atau lebih setiap malam. Para ibu (66%) ingin pasangan mereka membantu merawat bayi. Hampir setengahnya (44%) juga ingin kakek-nenek ikut membantu.
Namun, sebagian orang tetap enggan untuk membantu, di mana sepertiga dari mereka (38%) menahan diri untuk tidak ikut campur karena khawatir mereka mungkin tidak dapat merawat bayi sesuai dengan harapan sang ibu.
Lebih jauh penelitian itu juga menunjukkan, sekitar setengah dari para ibu (44%) merasa kesulitan untuk “melakukan segalanya” dengan lebih dari sepertiga (37%) memiliki kekhawatiran tentang kesehatan dan kebahagiaan mereka secara keseluruhan. Sebagian besar para ibu (73%) mengatakan, kesehatan dan kebahagiaan para ibu memiliki dampak terhadap kemampuan mereka untuk merawat bayi dari waktu ke waktu.
Hal ini mengungkapkan bahwa para ibu akan dapat merawat anak dengan baik ketika mereka juga memiliki waktu untuk merawat diri sendiri.
Penelitian tersebut melatari munculnya gerakan #Sharethecare oleh Royal Philips lewat produk Philips Avent. Gerakan ini hadir pada saat para ibu sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitar mereka lebih dari sebelumnya, di mana sebuah penelitian mengungkapkan, hampir semua ibu (74%) percaya tekanan dan harapan masyarakat terhadap mereka meningkat dalam 10 tahun terakhir, dengan banyak masyarakat (66%) juga sependapat dengan hal tersebut.
Faktanya, sebagian besar orang (88%) mengakui bahwa para ibu kurang mengindahkan kesehatan dan kebahagiaan pribadi mereka demi merawat bayi. Hal ini menimbulkan risiko, di mana para ibu (74%) menjadi merasa lebih cemas dibandingkan sebelum mereka memiliki anak.
Kurangnya istirahat memiliki peran besar dalam mempengaruhi perasaan para ibu. Lebih dari setengah (51%) mengatakan, kurang tidur membuat mereka merasa lebih tertekan, di mana hampir seperempat (23%) kehilangan tiga jam atau lebih setiap malam. Para ibu (66%) ingin pasangan mereka membantu merawat bayi. Hampir setengahnya (44%) juga ingin kakek-nenek ikut membantu.
Namun, sebagian orang tetap enggan untuk membantu, di mana sepertiga dari mereka (38%) menahan diri untuk tidak ikut campur karena khawatir mereka mungkin tidak dapat merawat bayi sesuai dengan harapan sang ibu.
Lihat Juga :