Menara Danareksa, Berkonsep One Stop Shop Building dan Green Building
Jum'at, 07 Juni 2024 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
“Kami menargetkan peningkatan okupansi di angka 91% pada kuartal ketiga pada 2024. Kami juga tetap berkonsentrasi penuh untuk meningkatkan fasilitas bagi tenant kami, misalnya dengan peresmian dua fasilitas area parkir motor dan EV (Electric Vehicle) Charging yang terletak di sayap selatan Menara Danareksa,” ujarnya.
Menara Danareksa dibangun seiring dengan rencana pemanfaatan aset properti BUMN, sebagai bagian dari persiapan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Lantas bagaimana Menara Danareksa menyiapkan diri dengan kemungkinan perpindahan instansi pemerintah ke IKN?
“Jadi untuk pertanyaan sehubungan dengan IKN apakah akan memberi pengaruh negatif kepada okupansi Menara Danareksa, saya cukup confidence bahwa perpindahan ibukota negara ke IKN tidak akan banyak berpengaruh dengan okupansi Menara Danareksa. Karena Jakarta tetap merupakan Pusat Perekonomian sehingga kebutuhan akan area perkantoran maupun pertemuan akan tetap ada dan meningkat dari waktu ke waktu,” tuturnya.
Hospitality dan Keamanan Tingkat Tinggi
Konsep penggabungan antara hospitality dengan keamanan yang mumpuni di gedung ini tak lepas dari jerih payah pengalaman serta kepemimpinan dari Rika, yang sudah terjun di bidang pelayanan serta hospitality selama 17 tahun.
Dalam masa jabatannya sebagai General Manager dalam kurun waktu dua tahun, ia berhasil menghidupkan gedung milik BUMN ini bernilai tinggi. Ibu dari tiga anak ini mengatakan setiap pengunjung yang memasuki area gedung, akan disambut dengan tim security yang ramah. Mereka menanyakan identitas serta keperluan memasuki gedung dengan penuh kebersahajaan.
“Sehingga, sebagai pengunjung, kita akan merasa aman dan tetap nyaman. Keramahan juga tergambar ketika melalui sistem pengecekan yang menggunakan sistem x-ray serta detektor. Tak heran meski dilakukan pengecekan pada barang yang kita bawa, termasuk barang pribadi, pengunjung tetap merasakan kenyamanan,” ujarnya.
Rika menyampaikan bahwa konsep hospitality akan mulai terasa dari tamu memasuki area lobi. Para pengunjung disambut oleh Lobby Ambassador maupun tim security yang berjaga. Hal ini menjadi ciri khas dari hotel bintang lima untuk menyambut tamu dan tenant di gedung.
Terkait keamanan, sistem keamanan serta keterampilan penjagaan pun dimaksimalkan dengan adanya prosedur keadaan darurat bencana seperti gempa bumi, kebakaran, hingga kerusuhan. Untuk antisipasi terjadinya bencana alam pengelola gedung menerapkan beberapa poin atau prosedur antisipasi.
Setiap staf yang ada di Menara Danareksa, termasuk para pegawai tenant telah mendapatkan training dan pembekalan cara berlindung apabila terjadi bencana. Training tersebut dibagi dalam tiga tahap yakni sebelum kejadian, saat kejadian, dan setelah kejadian bencana.
Rika menegaskan pihaknya akan terus berusaha membuat inovasi agar Menara Danareksa semakin berkembang, termasuk menjadikan Menara Danareksa sebagai financial business district paling menarik di pusat Jakarta.
Menara Danareksa dibangun seiring dengan rencana pemanfaatan aset properti BUMN, sebagai bagian dari persiapan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Lantas bagaimana Menara Danareksa menyiapkan diri dengan kemungkinan perpindahan instansi pemerintah ke IKN?
“Jadi untuk pertanyaan sehubungan dengan IKN apakah akan memberi pengaruh negatif kepada okupansi Menara Danareksa, saya cukup confidence bahwa perpindahan ibukota negara ke IKN tidak akan banyak berpengaruh dengan okupansi Menara Danareksa. Karena Jakarta tetap merupakan Pusat Perekonomian sehingga kebutuhan akan area perkantoran maupun pertemuan akan tetap ada dan meningkat dari waktu ke waktu,” tuturnya.
Hospitality dan Keamanan Tingkat Tinggi
Konsep penggabungan antara hospitality dengan keamanan yang mumpuni di gedung ini tak lepas dari jerih payah pengalaman serta kepemimpinan dari Rika, yang sudah terjun di bidang pelayanan serta hospitality selama 17 tahun.
Dalam masa jabatannya sebagai General Manager dalam kurun waktu dua tahun, ia berhasil menghidupkan gedung milik BUMN ini bernilai tinggi. Ibu dari tiga anak ini mengatakan setiap pengunjung yang memasuki area gedung, akan disambut dengan tim security yang ramah. Mereka menanyakan identitas serta keperluan memasuki gedung dengan penuh kebersahajaan.
“Sehingga, sebagai pengunjung, kita akan merasa aman dan tetap nyaman. Keramahan juga tergambar ketika melalui sistem pengecekan yang menggunakan sistem x-ray serta detektor. Tak heran meski dilakukan pengecekan pada barang yang kita bawa, termasuk barang pribadi, pengunjung tetap merasakan kenyamanan,” ujarnya.
Rika menyampaikan bahwa konsep hospitality akan mulai terasa dari tamu memasuki area lobi. Para pengunjung disambut oleh Lobby Ambassador maupun tim security yang berjaga. Hal ini menjadi ciri khas dari hotel bintang lima untuk menyambut tamu dan tenant di gedung.
Terkait keamanan, sistem keamanan serta keterampilan penjagaan pun dimaksimalkan dengan adanya prosedur keadaan darurat bencana seperti gempa bumi, kebakaran, hingga kerusuhan. Untuk antisipasi terjadinya bencana alam pengelola gedung menerapkan beberapa poin atau prosedur antisipasi.
Setiap staf yang ada di Menara Danareksa, termasuk para pegawai tenant telah mendapatkan training dan pembekalan cara berlindung apabila terjadi bencana. Training tersebut dibagi dalam tiga tahap yakni sebelum kejadian, saat kejadian, dan setelah kejadian bencana.
Rika menegaskan pihaknya akan terus berusaha membuat inovasi agar Menara Danareksa semakin berkembang, termasuk menjadikan Menara Danareksa sebagai financial business district paling menarik di pusat Jakarta.
(ars)
Lihat Juga :