Perkuat Imunitas Anak
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 06:25 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai contoh, vaksin difteri pertusis dan tetanus (DPT) yang diperlukan untuk mencegah kondisi saat sakit berat akibat penyakit ini diberikan tiga kali sebagai imunisasi dasar. "Apabila vaksin DPT terlambat diberikan, berapa pun interval keterlambatannya jangan mengulang dari awal, tetapi langsung lanjutkan pemberian imunisasi. Hal serupa juga berlaku pada pemberian vaksin lainnya, antara lain hepatitis B, polio, MMR, hepatitis A, demam tifoid, serta varisela," papar Ellen.
Ada beberapa catatan tambahan yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam melakukan imunisasi kejar. Pemberian vaksin BCG yang bermanfaat untuk mencegah sakit berat akibat tuberkulosis dianjurkan sebelum usia 3 bulan dengan jadwal optimal usia 2 bulan.
"Namun jika si kecil belum mendapat imunisasi dan sudah berusia di atas 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu sebelum mendapat vaksin BCG," papar Ellen.
Vaksin pneumokokus (PCV) sesuai dengan jadwal imunisasi IDAI diberikan tiga kali, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan, kemudian lanjutan (booster) pada saat bayi berusia 12 bulan. Namun jika si kecil terlambat dengan jadwal tersebut dan saat ini sudah berusia 7–12 bulan, pemberian PCV hanya dilakukan dua kali dengan interval dua bulan dan booster diberikan pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal dua bulan setelah dosis terakhir. (Lihat videonya: Bayern ke Final Liga Champion, Optimis Raih Treble Winner)
"Pada anak di atas usia dua tahun, vaksin PCV diberikan cukup satu kali," tambahnya.
Demikian pula dengan vaksin Haemophillus influenza B (HiB) yang bermanfaat untuk mencegah radang otak (meningitis) dan radang paru (pneumonia) tidak lagi diberikan kepada anak yang berusia di atas 5 tahun.
"Orang tua perlu khawatir jika anak belum mendapat imunisasi karena artinya si kecil belum mendapat perlindungan yang optimal terhadap penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian imunisasi," tutur Ellen. (Aprilia S Andyna)
Ada beberapa catatan tambahan yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam melakukan imunisasi kejar. Pemberian vaksin BCG yang bermanfaat untuk mencegah sakit berat akibat tuberkulosis dianjurkan sebelum usia 3 bulan dengan jadwal optimal usia 2 bulan.
"Namun jika si kecil belum mendapat imunisasi dan sudah berusia di atas 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu sebelum mendapat vaksin BCG," papar Ellen.
Vaksin pneumokokus (PCV) sesuai dengan jadwal imunisasi IDAI diberikan tiga kali, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan, kemudian lanjutan (booster) pada saat bayi berusia 12 bulan. Namun jika si kecil terlambat dengan jadwal tersebut dan saat ini sudah berusia 7–12 bulan, pemberian PCV hanya dilakukan dua kali dengan interval dua bulan dan booster diberikan pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal dua bulan setelah dosis terakhir. (Lihat videonya: Bayern ke Final Liga Champion, Optimis Raih Treble Winner)
"Pada anak di atas usia dua tahun, vaksin PCV diberikan cukup satu kali," tambahnya.
Demikian pula dengan vaksin Haemophillus influenza B (HiB) yang bermanfaat untuk mencegah radang otak (meningitis) dan radang paru (pneumonia) tidak lagi diberikan kepada anak yang berusia di atas 5 tahun.
"Orang tua perlu khawatir jika anak belum mendapat imunisasi karena artinya si kecil belum mendapat perlindungan yang optimal terhadap penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian imunisasi," tutur Ellen. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Lihat Juga :