5 Negara di Asia Ini Alami Resesi Seks Gegara Warganya Ogah Punya Anak
Kamis, 27 Juni 2024 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
"30% pria Jepang mengaku ogah 'ngeseks' karena alasan capek di tempat kerja. Akibatnya mereka tidak memiliki tendensi lebih untuk melakukan seks," ungkap laporan The Guardian beberapa waktu lalu.
Data N-IUSSP menjelaskan bahwa perempuan berpendidikan tinggi lebih banyak ketimbang pria di Korea Selatan, 76 persen berbanding 64 persen. Ini ternyata berdampak pada resesi seks yang terjadi di Korsel.
Meski dalam laporan yang sama dijabarkan bahwa ada beberapa perempuan berpendidikan tinggi yang mau menikah. Tapi, mereka menunda kehamilan bahkan ada yang menolak punya anak.
"Banyak perempuan sukses di Korsel tidak memprioritaskan keluarga atau anak dan memilih fokus pada diri sendiri. Konsekuensinya, tingkat kesuburan Korsel menurun drastis," ungkap laporan itu.
Karena fenomena ini, pemerintah Singapura mengizinkan satu wanita untuk membekukan sel telurnya. Aturan itu berlaku untuk semua perempuan, padahal sebelumnya cuma untuk anak perempuan dengan gangguan medis tertentu seperti menjalani kemoterapi.
"Kami mengidentifikasi bahwa beberapa wanita Singapura dari segala usia ingin mengatur kesuburan mereka karena ingin menikmati hidupnya sendiri," kata Prime Minister Singapore Lee Hsien Loong, dikutip dari World Today News.
"Beberapa perempuan menunda kehamilan karena merasa belum bertemu dengan pria yang tepat. Tapi, sebagian mengaku masih ma hamil, makanya memutuskan membekukan sel telur," sambungnya.
2. Korea Selatan
Kondisi serupa terjadi di Korea Selatan. Banyak wanita berpendidikan dengan karier bagus di sana yang tidak tertarik berhubungan seks atau memiliki anak.Data N-IUSSP menjelaskan bahwa perempuan berpendidikan tinggi lebih banyak ketimbang pria di Korea Selatan, 76 persen berbanding 64 persen. Ini ternyata berdampak pada resesi seks yang terjadi di Korsel.
Meski dalam laporan yang sama dijabarkan bahwa ada beberapa perempuan berpendidikan tinggi yang mau menikah. Tapi, mereka menunda kehamilan bahkan ada yang menolak punya anak.
"Banyak perempuan sukses di Korsel tidak memprioritaskan keluarga atau anak dan memilih fokus pada diri sendiri. Konsekuensinya, tingkat kesuburan Korsel menurun drastis," ungkap laporan itu.
3. Singapura
Negara kecil di Asia Tenggara ini ternyata mengalami resesi seks. Banyak warga Singapura menentang menikah. Angka kelahiran di Singapura cuma 1,12 pada 2021.Karena fenomena ini, pemerintah Singapura mengizinkan satu wanita untuk membekukan sel telurnya. Aturan itu berlaku untuk semua perempuan, padahal sebelumnya cuma untuk anak perempuan dengan gangguan medis tertentu seperti menjalani kemoterapi.
"Kami mengidentifikasi bahwa beberapa wanita Singapura dari segala usia ingin mengatur kesuburan mereka karena ingin menikmati hidupnya sendiri," kata Prime Minister Singapore Lee Hsien Loong, dikutip dari World Today News.
"Beberapa perempuan menunda kehamilan karena merasa belum bertemu dengan pria yang tepat. Tapi, sebagian mengaku masih ma hamil, makanya memutuskan membekukan sel telur," sambungnya.
Lihat Juga :