Kapan Anda Perlu Jalani Treatment Body Contouring? Ini Penjelasan Ahli
Kamis, 27 Juni 2024 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
General Manager Klinik Utama DR. Indrajana dr. Susi Anggraini, MM menambahkan, dengan pengalaman lebih dari 53 tahun, pihaknya mengupayakan pelayanan kesehatan yang prima dan terintegrasi bagi masyarakat.
"Awalnya, klinik kami memiliki fokus pada asma dan alergi saja. Namun, melihat permintaan pelayanan kesehatan yang lengkap, kami menambah layanan yang ditawarkan dan terus berkembang. Selain menjadi rujukan untuk tes alergi darah (IgE spesifik), kami juga menyediakan layanan Body Contouring di bidang bedah plastik rekonstruksi dan estetik," kata dr. Susi.
"Konsultasi awal dilakukan dengan seksama oleh dokter spesialis untuk menentukan tahap-tahap yang harus dilakukan sebelum tindakan Body Contouring. Layanan ini merupakan bukti nyata kami dalam memperhatikan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Menurut dr. Qori Haly, Sp.BP-RE, Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, penderita obesitas di Indonesia pada 2024 semakin meningkat yaitu 6.53% pada orang dewasa laki-laki dan dewasa perempuan 16,58%. Sedangkan pada anak laki-laki 11,26% dan anak perempuan 10,30%. Artinya ada kenaikan peringkat obesitas Indonesia di usia muda dibandingkan negara lain di dunia.
”Kenaikan angka obesitas disebabkan oleh kemajuan teknologi sehingga mengubah gaya hidup yang tadinya banyak bergerak menjadi lebih banyak duduk. Kemajuan teknologi dapat menyebabkan stres dan depresi kejiwaan yang tinggi, produksi makanan dan minuman yang berkalori tinggi, transportasi yang semakin mudah sehingga jarang berjalan kaki, dan kesibukan yang tidak memungkinkan untuk berolahraga, ditambah zat-zat polutan baik gas, kimia, dan radiasi yang mengakibatkan gangguan metabolisme dan organ tubuh. Semua itu menyebabkan terjadinya penumpukan lemak akibat kalori yang berlebihan dan menimbulkan beberapa penyakit komorbid," jelasnya.
"Awalnya, klinik kami memiliki fokus pada asma dan alergi saja. Namun, melihat permintaan pelayanan kesehatan yang lengkap, kami menambah layanan yang ditawarkan dan terus berkembang. Selain menjadi rujukan untuk tes alergi darah (IgE spesifik), kami juga menyediakan layanan Body Contouring di bidang bedah plastik rekonstruksi dan estetik," kata dr. Susi.
"Konsultasi awal dilakukan dengan seksama oleh dokter spesialis untuk menentukan tahap-tahap yang harus dilakukan sebelum tindakan Body Contouring. Layanan ini merupakan bukti nyata kami dalam memperhatikan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Menurut dr. Qori Haly, Sp.BP-RE, Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, penderita obesitas di Indonesia pada 2024 semakin meningkat yaitu 6.53% pada orang dewasa laki-laki dan dewasa perempuan 16,58%. Sedangkan pada anak laki-laki 11,26% dan anak perempuan 10,30%. Artinya ada kenaikan peringkat obesitas Indonesia di usia muda dibandingkan negara lain di dunia.
”Kenaikan angka obesitas disebabkan oleh kemajuan teknologi sehingga mengubah gaya hidup yang tadinya banyak bergerak menjadi lebih banyak duduk. Kemajuan teknologi dapat menyebabkan stres dan depresi kejiwaan yang tinggi, produksi makanan dan minuman yang berkalori tinggi, transportasi yang semakin mudah sehingga jarang berjalan kaki, dan kesibukan yang tidak memungkinkan untuk berolahraga, ditambah zat-zat polutan baik gas, kimia, dan radiasi yang mengakibatkan gangguan metabolisme dan organ tubuh. Semua itu menyebabkan terjadinya penumpukan lemak akibat kalori yang berlebihan dan menimbulkan beberapa penyakit komorbid," jelasnya.
Lihat Juga :