Gejala Virus West Nile yang sedang Mewabah di Israel, Waspada Demam Disertai Sakit Kepala
Selasa, 02 Juli 2024 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Orang yang berisiko tinggi terpapar virus West Nile adalah pasien dengan penyakit kronis yang menekan sistem kekebalan tubuh. Seperti pasien kanker dengan sistem kekebalan tubuh buruk, bayi, dan orang lanjut usia.
Baca Juga: Virus West Nile Dinyatakan Telah Menyebar di Seluruh Amerika Serikat
Virus West Nile disebabkan oleh virus yang hidup di alam liar, biasanya di antara burung. Perjalanan penyakit dimulai saat nyamuk menggigit burung dan menularkan virus kepada mereka, yang terus hidup di tubuh burung.
Pada tahap berikutnya, nyamuk terus menggigit, menularkan virus ke hewan dan manusia. Pada umumnya, virus ini dianggap sebagai penyakit ringan, tetapi dalam beberapa kasus, West Nile menyebabkan morbiditas parah dan bahkan kematian.
Selain itu, virus ini ditularkan di alam hanya oleh nyamuk yang terinfeksi, dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa infeksi dapat menyebar dari hewan ke manusia. Tidak ada vaksin untuk manusia terhadap virus ini.
Saat ini, vaksin hanya tersedia untuk perlindungan pada kuda. Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Upaya dilakukan untuk memberikan infus antibodi intravena yang disebut IVIG dan obat interferon, yang dapat memperkuat kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk menghilangkan penyebaran virus dalam tubuh.
Baca Juga: 5 Manfaat Minum Air Jahe Pagi Hari saat Perut Kosong
Baca Juga: Virus West Nile Dinyatakan Telah Menyebar di Seluruh Amerika Serikat
Virus West Nile disebabkan oleh virus yang hidup di alam liar, biasanya di antara burung. Perjalanan penyakit dimulai saat nyamuk menggigit burung dan menularkan virus kepada mereka, yang terus hidup di tubuh burung.
Pada tahap berikutnya, nyamuk terus menggigit, menularkan virus ke hewan dan manusia. Pada umumnya, virus ini dianggap sebagai penyakit ringan, tetapi dalam beberapa kasus, West Nile menyebabkan morbiditas parah dan bahkan kematian.
Selain itu, virus ini ditularkan di alam hanya oleh nyamuk yang terinfeksi, dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa infeksi dapat menyebar dari hewan ke manusia. Tidak ada vaksin untuk manusia terhadap virus ini.
Saat ini, vaksin hanya tersedia untuk perlindungan pada kuda. Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Upaya dilakukan untuk memberikan infus antibodi intravena yang disebut IVIG dan obat interferon, yang dapat memperkuat kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk menghilangkan penyebaran virus dalam tubuh.
Baca Juga: 5 Manfaat Minum Air Jahe Pagi Hari saat Perut Kosong
(dra)
Lihat Juga :