Sarung Bantal Lebih Kotor Ketimbang Dudukan Toilet

Kamis, 11 Juli 2024 - 18:37 WIB
loading...
Sarung Bantal Lebih...
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sarung bantal lebih kotor ketimbang dudukan toilet. Banyak orang menganggap toilet adalah salah satu tempat paling kotor. Foto/Manchester Collection
A A A
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sarung bantal lebih kotor ketimbang dudukan toilet . Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menganggap bahwa toilet adalah salah satu tempat paling kotor di rumah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sarung bantal bisa jadi jauh lebih kotor dibandingkan dengan dudukan toilet.

Penemuan ini tentu mengejutkan banyak orang dan menimbulkan pertanyaan tentang kebersihan benda-benda yang digunakan sehari-hari. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Universitas Manchester menemukan bahwa sarung bantal yang tidak dicuci secara rutin dapat mengandung bakteri, jamur. Selain itu, terdapat juga tungau debu dalam jumlah yang sangat banyak.

Dalam studi tersebut, para peneliti menguji sampel dari berbagai sarung bantal dan menemukan bahwa jumlah mikroorganisme yang terkandung di dalamnya bisa mencapai ribuan kali lebih banyak dibandingkan dengan dudukan toilet yang secara teratur dibersihkan. Sarung bantal dapat menjadi tempat berkembang biak bagi mikroorganisme karena beberapa faktor.

Berikut alasan sarung bantal lebih kotor dari dudukan toilet dilansir dari Medical News Today, Kamis (11/7/2024).

Sarung Bantal Lebih Kotor Ketimbang Dudukan Toilet



Baca Juga: Toilet Rumah Sakit Jadi Tempat Paling Terkontaminasi Bakteri, Termasuk Lantai dan Gagang Pintu

1. Keringat dan Minyak Kulit


Setiap malam tubuh mengeluarkan keringat dan minyak kulit yang menempel pada sarung bantal. Kelembapan ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang.

2. Sel Kulit Mati


Kulit kita secara alami melepaskan sel-sel kulit mati yang juga menempel pada sarung bantal, memberikan makanan bagi tungau debu.

3. Produk Rambut dan Kulit


Penggunaan produk rambut dan kulit juga dapat meninggalkan residu pada sarung bantal, yang selanjutnya menambah jumlah kontaminasi.

Paparan terus-menerus terhadap sarung bantal yang kotor dapat memiliki beberapa dampak kesehatan. Berikut bahaya yang harus diwaspadai.

Dampak Sarung Bantal Kotor untuk Kesehatan



Baca Juga: Apa Manfaat Tidur Terlentang Tanpa Bantal?

1. Reaksi Alergi


Tungau debu dan jamur dapat memicu reaksi alergi seperti bersin, hidung tersumbat, dan mata gatal.

2. Masalah Kulit


Bakteri dan minyak yang menumpuk dapat menyebabkan masalah kulit seperti jerawat dan iritasi.

3. Infeksi


Dalam kasus yang lebih parah, bakteri tertentu bisa menyebabkan infeksi kulit.

Untuk mengurangi risiko kesehatan, ada beberapa langkah yang bisa diambil. Seperti mencuci sarung bantal secara rutin, yang mana idealnya sarung bantal harus dicuci setidaknya sekali seminggu dengan air panas untuk membunuh bakteri dan tungau debu.

Gunakan juga pelindung bantal. Pelindung bantal anti-mikroba dapat membantu mengurangi jumlah mikroorganisme yang menempel. Selain itu, ganti bantal secara berkala. Bantal sendiri juga harus diganti setiap 1-2 tahun sekali karena dapat menjadi sarang bakteri dan jamur seiring waktu.

Baca Juga: Apa Itu Stiff Person Syndrome, Penyakit Langka yang Diidap Celine Dion?
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Jangan Tunggu Sirosis,...
Jangan Tunggu Sirosis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati Sejak Dini
3 Gerakan Sederhana...
3 Gerakan Sederhana agar Tubuh Lebih Segar dan Tidak Kaku saat Bangun Tidur
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Rekomendasi
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Berita Terkini
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved