Frankie Banali Wafat karena Kanker Pankreas, Begini Gejala Umumnya
Minggu, 23 Agustus 2020 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker pankreas. Dokter telah mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko jenis kanker ini, termasuk merokok dan mutasi gen bawaan tertentu. Adapun faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker pankreas antara lain merokok, diabetes, serta peradangan kronis pada pankreas (pankreatitis).
Riwayat keluarga dari sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker . Termasuk pula mutasi gen BRCA2, sindrom Lynch dan sindrom familial atypical mole-malignant melanoma (FAMMM), riwayat keluarga kanker pankreas, kegemukan, serta usia yang lebih tua karena kebanyakan orang didiagnosis setelah berumur 65 tahun.
Sementara itu, sebuah penelitian besar menunjukkan bahwa kombinasi merokok, diabetes jangka panjang, dan pola makan yang buruk meningkatkan risiko kanker pankreas. Beruntung, risiko kanker pankreas dapat dicegah. Dimulai dengan berhenti merokok. Jika Anda merokok, cobalah berhenti. Bicaralah dengan dokter tentang strategi untuk membantu Anda berhenti, termasuk kelompok dukungan, obat-obatan, dan terapi penggantian nikotin.
Jika Anda tidak merokok, jangan mulai mencobanya. Penting pula untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Kalau Anda memiliki berat badan yang sehat, berusahalah untuk mempertahankannya. Jika Anda perlu menurunkan berat badan, usahakan untuk menurunkan berat badan secara perlahan dan stabil, yakni 0,5 hingga 1 kilogram dalam seminggu. Gabungkan olahraga harian dengan diet kaya sayuran, buah, dan biji-bijian dengan porsi lebih kecil untuk membantu menurunkan berat badan. (Baca Juga: Sederet Rocker Dunia Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Frankie Banali )
Di sisi lain, pola makan yang sehat dapat membantu mencegah risiko kanker pankreas. Pola makan yang penuh dengan buah serta sayuran berwarna dan biji-bijian dapat membantu mengurangi risiko kanker. Sementara, pilihan pengobatan kanker pankreas dipilih berdasarkan luasnya kanker. Pilihannya mungkin termasuk operasi, kemoterapi, terapi radiasi, atau kombinasi dari semuanya.
Riwayat keluarga dari sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker . Termasuk pula mutasi gen BRCA2, sindrom Lynch dan sindrom familial atypical mole-malignant melanoma (FAMMM), riwayat keluarga kanker pankreas, kegemukan, serta usia yang lebih tua karena kebanyakan orang didiagnosis setelah berumur 65 tahun.
Sementara itu, sebuah penelitian besar menunjukkan bahwa kombinasi merokok, diabetes jangka panjang, dan pola makan yang buruk meningkatkan risiko kanker pankreas. Beruntung, risiko kanker pankreas dapat dicegah. Dimulai dengan berhenti merokok. Jika Anda merokok, cobalah berhenti. Bicaralah dengan dokter tentang strategi untuk membantu Anda berhenti, termasuk kelompok dukungan, obat-obatan, dan terapi penggantian nikotin.
Jika Anda tidak merokok, jangan mulai mencobanya. Penting pula untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Kalau Anda memiliki berat badan yang sehat, berusahalah untuk mempertahankannya. Jika Anda perlu menurunkan berat badan, usahakan untuk menurunkan berat badan secara perlahan dan stabil, yakni 0,5 hingga 1 kilogram dalam seminggu. Gabungkan olahraga harian dengan diet kaya sayuran, buah, dan biji-bijian dengan porsi lebih kecil untuk membantu menurunkan berat badan. (Baca Juga: Sederet Rocker Dunia Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Frankie Banali )
Di sisi lain, pola makan yang sehat dapat membantu mencegah risiko kanker pankreas. Pola makan yang penuh dengan buah serta sayuran berwarna dan biji-bijian dapat membantu mengurangi risiko kanker. Sementara, pilihan pengobatan kanker pankreas dipilih berdasarkan luasnya kanker. Pilihannya mungkin termasuk operasi, kemoterapi, terapi radiasi, atau kombinasi dari semuanya.
(tsa)
Lihat Juga :