Pentingnya Lakukan Upaya Promotif-Preventif dengan Skrining Hipertensi, Kolesterol, dan Diabetes
Selasa, 23 Juli 2024 - 03:13 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, beban pembiayaan penyakit tidak menular mencapai Rp24,1 triliun pada 2022, naik dibandingkan tahun 2021 di angka Rp17,9 triliun. Selain itu, data Bank Dunia menunjukkan, total pembiayaan kesehatan mandiri (Out of Pocket Health Expenditure) Indonesia mencapai 34.76%, jauh di atas rekomendasi WHO sebesar 20%.
Sementara itu, banyak warga dengan kolesterol tinggi terdeteksi di program skrining kesehatan kali ini. Dokter RS Abdi Waluyo, dr. Armand Achmadsyah, mengungkapkan bahwa warga dengan kolesterol tinggi tak hanya yang lanjut usia.
"Memang statistiknya nggak cuma pasien-pasien yang sudah tua, bahkan ada yang 24 tahun itu kolesterolnya sudah tinggi," kata dr. Armand.
Pada tahap pertama, dr. Armand menganjurkan perubahan gaya hidup untuk menurunkan kolesterol. Setelah gaya hidup dan pola makan diubah namun angka kolesterol masih tinggi, barulah dilakukan terapi pengobatan.
"Skrining kesehatan sangat penting karena dengan skrining, kita jadi tahu mana kelompok berisiko dan mana yang sehat. Skrining harus dilakukan secara berkala," kata dr. Armand.
Sementara itu, banyak warga dengan kolesterol tinggi terdeteksi di program skrining kesehatan kali ini. Dokter RS Abdi Waluyo, dr. Armand Achmadsyah, mengungkapkan bahwa warga dengan kolesterol tinggi tak hanya yang lanjut usia.
"Memang statistiknya nggak cuma pasien-pasien yang sudah tua, bahkan ada yang 24 tahun itu kolesterolnya sudah tinggi," kata dr. Armand.
Pada tahap pertama, dr. Armand menganjurkan perubahan gaya hidup untuk menurunkan kolesterol. Setelah gaya hidup dan pola makan diubah namun angka kolesterol masih tinggi, barulah dilakukan terapi pengobatan.
"Skrining kesehatan sangat penting karena dengan skrining, kita jadi tahu mana kelompok berisiko dan mana yang sehat. Skrining harus dilakukan secara berkala," kata dr. Armand.
(tsa)
Lihat Juga :