Jadi Penyakit Silent Killer, Kasus Hepatitis di Indonesia Urutan ke-4 Dunia
Jum'at, 26 Juli 2024 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
“Hitungan tadi nomor 4 itu adalah termasuk, di antaranya adalah yang tidak bergejala tadi dan diperhitungkan berdasarkan survei SKI tadi sehingga jika ditanya apa yang menyebabkan kasus hepatitis di Indonesia tinggi. Pertama adalah karena skrining kita itu kurang,” tuturnya lagi.
Padahal, kata dr.Imran, melakukan deteksi dini penting untuk mengetahui berbagai jenis penyakit kronis tanpa gejala, salah satunya hepatitis. Apalagi, beberapa penderita hepatitis tidak menunjukkan gejala apa pun.
Sementara, skrining atau deteksi kesehatan dini di Indonesia masih fokus di beberapa kalangan tertentu, seperti ibu hamil hingga tenaga kesehatan.
“Skrining yang sekarang kita lakukan itu fokusnya hanya ke ibu hamil. Kemudian tenaga kesehatan. Itu aja tadi saya sampaikan nakes kita sudah faslitasi, ternyata baru sekitar 50-60 persen yang mau di skrining,” ucapnya.
“Jadi inilah yang saya kira perilaku masyarakat kita yang tidak melakukan skrining, kita harapkan dilakukan medical check up tiap tahun itu masih harus ditingkatkan,” kata dia lagi.
Padahal, kata dr.Imran, melakukan deteksi dini penting untuk mengetahui berbagai jenis penyakit kronis tanpa gejala, salah satunya hepatitis. Apalagi, beberapa penderita hepatitis tidak menunjukkan gejala apa pun.
Sementara, skrining atau deteksi kesehatan dini di Indonesia masih fokus di beberapa kalangan tertentu, seperti ibu hamil hingga tenaga kesehatan.
“Skrining yang sekarang kita lakukan itu fokusnya hanya ke ibu hamil. Kemudian tenaga kesehatan. Itu aja tadi saya sampaikan nakes kita sudah faslitasi, ternyata baru sekitar 50-60 persen yang mau di skrining,” ucapnya.
“Jadi inilah yang saya kira perilaku masyarakat kita yang tidak melakukan skrining, kita harapkan dilakukan medical check up tiap tahun itu masih harus ditingkatkan,” kata dia lagi.
Lihat Juga :