Inovasi Kondom Latex Tipis Pertama di Indonesia Tanpa Tip
Sabtu, 27 Juli 2024 - 16:00 WIB
loading...
Okamoto, brand kondom asal Jepang, resmi meluncurkan varian terbaru yakni 0.03 Real Fit di Jakarta, belum lama ini. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Okamoto, brand kondom asal Jepang, resmi meluncurkan varian terbaru yakni 0.03 Real Fit. Ini merupakan kondom latex tipis pertama tanpa tip (reservoir tip) yang dirancang khusus dengan mengikuti bentuk alami organ intim pria, sehingga bisa memberikan pengalaman bersama pasangan yang lebih natural dan berkesan.
Diluncurkannya 0.03 Real Fit ini sekaligus menegaskan komitmen Okamoto untuk selalu menghadirkan produk yang mementingkan kenyamanan dan keamanan ekstra saat berhubungan intim, sehingga menunjang pengalaman bersama pasangan yang lebih natural dan memberikan lebih banyak sensasi ketika digunakan.
Hadirnya Okamoto 0.03 Real Fit juga sekaligus menjawab hasil survey Okamoto bersama Rumah Tiga Generasi yang mengungkap bahwa lebih dari 65 persen responden merasa penggunaan kondom membuat aktivitas seksual terasa tidak natural. Maka tak heran jika penggunaan alat kontrasepsi jenis kondom cenderung masih rendah.
Ryota Isetani selaku Direktur Okamoto Industries (HK) Ltd. menjelaskan, inovasi kondom latex tipis tanpa tip yang disematkan pada varian 0.03 Real Fit merupakan terobosan terbaru yang diciptakan mengikuti bentuk alami organ intim pria, sehingga seluruh bagian organ intim bisa merasakan sensasi sentuhan alami yang maksimal.
“Inovasi ini merupakan bagian dari upaya Okamoto dalam menjawab preferensi masyarakat akan kondom impian yang tak hanya memberikan perlindungan maksimal, namun juga tetap memastikan kenyamanan dan pengalaman bersama pasangan yang lebih natural. Tak hanya itu, Okamoto 0.03 Real Fit merupakan bagian dari 0.03 series yang terkenal sangat tipis, hanya 0.03 mm secara merata dari pangkal hingga ujungnya,” beber Isetani.
Lebih lanjut mengenai hasil survei, Febrizky Yahya selaku Konselor dan Sex Educator Tiga Generasi menyampaikan, meskipun penggunaannya masih terbilang rendah, nyatanya pemahaman masyarakat akan kondom sudah tinggi.
"Pada hasil survei kami tercatat 86 persen responden memahami kondom efektif sebagai pengendali kehamilan dan 93 persen memahami penularan IMS seperti HIV/AID dapat dicegah dengan kondom. Sayangnya, persepsi kondom yang mengurangi kepuasan pengguna dan pasangannya masih menjadi barrier utama," terang Febrizky Yahya.
Diluncurkannya 0.03 Real Fit ini sekaligus menegaskan komitmen Okamoto untuk selalu menghadirkan produk yang mementingkan kenyamanan dan keamanan ekstra saat berhubungan intim, sehingga menunjang pengalaman bersama pasangan yang lebih natural dan memberikan lebih banyak sensasi ketika digunakan.
Hadirnya Okamoto 0.03 Real Fit juga sekaligus menjawab hasil survey Okamoto bersama Rumah Tiga Generasi yang mengungkap bahwa lebih dari 65 persen responden merasa penggunaan kondom membuat aktivitas seksual terasa tidak natural. Maka tak heran jika penggunaan alat kontrasepsi jenis kondom cenderung masih rendah.
Ryota Isetani selaku Direktur Okamoto Industries (HK) Ltd. menjelaskan, inovasi kondom latex tipis tanpa tip yang disematkan pada varian 0.03 Real Fit merupakan terobosan terbaru yang diciptakan mengikuti bentuk alami organ intim pria, sehingga seluruh bagian organ intim bisa merasakan sensasi sentuhan alami yang maksimal.
“Inovasi ini merupakan bagian dari upaya Okamoto dalam menjawab preferensi masyarakat akan kondom impian yang tak hanya memberikan perlindungan maksimal, namun juga tetap memastikan kenyamanan dan pengalaman bersama pasangan yang lebih natural. Tak hanya itu, Okamoto 0.03 Real Fit merupakan bagian dari 0.03 series yang terkenal sangat tipis, hanya 0.03 mm secara merata dari pangkal hingga ujungnya,” beber Isetani.
Lebih lanjut mengenai hasil survei, Febrizky Yahya selaku Konselor dan Sex Educator Tiga Generasi menyampaikan, meskipun penggunaannya masih terbilang rendah, nyatanya pemahaman masyarakat akan kondom sudah tinggi.
"Pada hasil survei kami tercatat 86 persen responden memahami kondom efektif sebagai pengendali kehamilan dan 93 persen memahami penularan IMS seperti HIV/AID dapat dicegah dengan kondom. Sayangnya, persepsi kondom yang mengurangi kepuasan pengguna dan pasangannya masih menjadi barrier utama," terang Febrizky Yahya.
Lihat Juga :