Mengenal Putri Margaret, Adik Ratu Elizabeth II yang Kontroversial
Kamis, 01 Agustus 2024 - 10:31 WIB
loading...
Putri Margaret, adik perempuan Ratu Elizabeth II dikenal karena perilakunya yang impulsif dan kontroversial. Foto/nl beeld
A
A
A
JAKARTA - Putri Margaret, adik perempuan Ratu Elizabeth II dikenal karena perilakunya yang impulsif dan kontroversial, yang kontras dengan kepribadian kakaknya yang patuh dan berdedikasi.
Kehidupan pribadinya yang penuh gejolak, menjadi sorotan hingga terangkum dalam serial 'The Crown.' Ini memicu rasa ingin tahu tentang sang putri yang suka memberontak.
Baca Juga: Diusir Raja Charles III, Pangeran Harry Memohon: Kamu Tidak Ingin Melihat Cucumu Lagi?
Meskipun meninggal pada usia yang relatif muda yaitu 71 tahun pada 2002, warisannya terus memikat banyak orang.
Hari-hari yang dijalani terbilang berbeda. Putri Margaret dikenal sebagai saudara kandung yang bersemangat, impulsif dan lebih menarik, berbeda dengan kakak perempuannya, Elizabeth, yang tekun dan serius.
Elizabeth dan Margaret, yang usianya terpaut empat tahun dibesarkan di London. Tidak seorang pun mengantisipasi bahwa keluarga mereka akan menjadi pewaris tahta kerajaan Inggris berikutnya.
Pada 1933, sebuah foto diambil dari Putri Margaret dan Putri Elizabeth di taman Kastil Windsor. Mereka terlihat bersama kakek mereka, Raja George V, nenek Ratu Mary dan ibunya, Duchess of York.
Tiga tahun kemudian, kehidupan kedua gadis itu menjadi sorotan publik ketika paman mereka, Raja Edward VIII turun takhta untuk menikahi kekasihnya dari Amerika, Wallace Simpson, yang telah bercerai dua kali.
Ini karena ayah mereka akan naik takhta, Margaret pun menyatakan simpati kepada kakak perempuannya, yang kini dianggap sebagai pewaris tahta. Dia memeluknya dengan penuh kasih sayang sambil berkata, "Oh, Lillibet, kasihan sekali dirimu."
Kehidupan kedua saudara perempuan itu mengalami perubahan signifikan ketika Raja George VI memegang kekuasaan pada Mei 1937.
Meskipun mereka memiliki ikatan yang erat, perjuangan Margaret seumur hidup untuk menemukan tempatnya menciptakan ketegangan yang berkelanjutan. Sementara, Elizabeth menerima pelajaran sejarah konstitusional sebagai persiapan untuk perannya di masa depan sebagai ratu, Margaret tidak mendapatkan kesempatan pendidikan ini.
Pada 1947, Putri Elizabeth menikah dengan Philip Mountbatten, sementara Margaret menjadi pengiring pengantin.
Kematian Raja George
Setelah kematian Raja George VI pada 1952, Putri Elizabeth yang berusia 26 tahun naik takhta sebagai ratu.
Kehidupan pribadinya yang penuh gejolak, menjadi sorotan hingga terangkum dalam serial 'The Crown.' Ini memicu rasa ingin tahu tentang sang putri yang suka memberontak.
Baca Juga: Diusir Raja Charles III, Pangeran Harry Memohon: Kamu Tidak Ingin Melihat Cucumu Lagi?
Meskipun meninggal pada usia yang relatif muda yaitu 71 tahun pada 2002, warisannya terus memikat banyak orang.
Kelahiran seorang putri
Putri Margaret Rose lahir di Kastil Glamis, Skotlandia pada 21 Agustus 1930. Sejak itu, namanya melekat di benak masyarakat.Hari-hari yang dijalani terbilang berbeda. Putri Margaret dikenal sebagai saudara kandung yang bersemangat, impulsif dan lebih menarik, berbeda dengan kakak perempuannya, Elizabeth, yang tekun dan serius.
Elizabeth dan Margaret, yang usianya terpaut empat tahun dibesarkan di London. Tidak seorang pun mengantisipasi bahwa keluarga mereka akan menjadi pewaris tahta kerajaan Inggris berikutnya.
Pada 1933, sebuah foto diambil dari Putri Margaret dan Putri Elizabeth di taman Kastil Windsor. Mereka terlihat bersama kakek mereka, Raja George V, nenek Ratu Mary dan ibunya, Duchess of York.
Tiga tahun kemudian, kehidupan kedua gadis itu menjadi sorotan publik ketika paman mereka, Raja Edward VIII turun takhta untuk menikahi kekasihnya dari Amerika, Wallace Simpson, yang telah bercerai dua kali.
Ini karena ayah mereka akan naik takhta, Margaret pun menyatakan simpati kepada kakak perempuannya, yang kini dianggap sebagai pewaris tahta. Dia memeluknya dengan penuh kasih sayang sambil berkata, "Oh, Lillibet, kasihan sekali dirimu."
Kehidupan kedua saudara perempuan itu mengalami perubahan signifikan ketika Raja George VI memegang kekuasaan pada Mei 1937.
Meskipun mereka memiliki ikatan yang erat, perjuangan Margaret seumur hidup untuk menemukan tempatnya menciptakan ketegangan yang berkelanjutan. Sementara, Elizabeth menerima pelajaran sejarah konstitusional sebagai persiapan untuk perannya di masa depan sebagai ratu, Margaret tidak mendapatkan kesempatan pendidikan ini.
Pada 1947, Putri Elizabeth menikah dengan Philip Mountbatten, sementara Margaret menjadi pengiring pengantin.
Kematian Raja George
Setelah kematian Raja George VI pada 1952, Putri Elizabeth yang berusia 26 tahun naik takhta sebagai ratu.
Lihat Juga :