6 Fakta Asli Gerakan PARAKU yang Ada dalam Film Kabut Berduri

Sabtu, 03 Agustus 2024 - 13:03 WIB
loading...
A A A
Presiden Soekarno kemudian mengirimkan salah seorang Menteri Negara di Kabinet Dwikora I, Oei Tjoe Tat, ke perbatasan utara Kalimantan untuk menggalang kekuatan dalam rangka kampanye Ganyang Malaysia. Oei Tjoe Tat yang kebetulan juga keturunan China memperoleh sambutan meriah dari masyarakat setempat.

Dikirimnya Oei Tjoe Tat, berbuah manis, karena banyak masyarakat yang mau dan sukarela untuk tergabung dalam kelompok tersebut. Tak hanya masyarakat Kalimantan Utara yang tergabung tetapi beberapa pemuda dari Singapura, Brunei Darussalam, bahkan dari Malaysia yang tidak setuju dengan rencana pembentukan Federasi Malaysia.

Dalam sejarah mencatat bahwa, anggota relawan yang berhasil dikumpulkan adalah kurang lebih 900 relawan.

3. Pro dan Kontra PARAKU

6 Fakta Asli Gerakan PARAKU yang Ada dalam Film Kabut Berduri

Foto: Wikimedia Commons

Gerakan PARAKU yang telah terbentuk dilatih secara serius. Mereka mendapat pelatihan khusus dari tentara Indonesia dan ditempatkan di beberapa kamp latihan di sekitar kawasan Kalimantan Utara. Para ukarelawan memang sangat dipersiapkan untuk melawan negara musuh jika sewaktu-waktu menyerang.

Melansir dari Buku A Face like a Chicken Backside: An Unconventional Soldier in South East Asia,1948-1971 karya JP Cross, dikatakan bahwa pasukan PARAKU memiliki kehebatan yang luar biasa dalam menyerang dan menewaskan prajurit Gurkha dan Border Scout. Fakta tersebut juga menjadikan PARAKU sebagai pahlawan bagi Indonesia.

Namun kebebasan PARAKU ternyata tidak lama. Hal ini karena pada 1965, setelah akhirnya Soekarno digantikan oleh Soeharto, terjadilah peristiwa G30S yang semakin menjadi.

Kubu komunis yang awalnya bisa bergerak bebas menjadi terjebak karena serangan dari masyarakat di negara sendiri. Pada akhirnya, ketika Soeharto memimpin, ia mengacaukan agenda Soekarno dan malah mengerahkan seluruh rakyat untuk melenyapkan PKI.

Hal inilah yang berimbas pula pada anggota PARAKU yang ikut dibasmi. Pada peristiwa ini, ada banyak masyarakat etnis Tionghoa yang tidak tahu bahkan tidak terkait yang ikut dilenyapkan.

4. Perubahan Sistem Politik

6 Fakta Asli Gerakan PARAKU yang Ada dalam Film Kabut Berduri

TNI melatih warga Dayak menumpasPGRS/PARAKU. Foto: Keystone-France/Gamma-Keystone/Getty Images

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada 1965, Presiden Soekarno digantikan oleh Soeharto. Dalam masa jabatannya, Soeharto tidak tertarik untuk melanjutkan aksi Ganyang Malaysia, malah Soeharto membuat propaganda.

Propaganda yang Soehartobuat adalah masyarakat Indonesia terutama pihak militer ditugaskan untuk menyerang PARAKU atau masyarakat yang pro-komunis.

Salah satu perang antara TNI dengan gerilyawan Paraku-PGRS yang cukup terkenal adalah perang yang terjadi di Pangkalan Udara Sanggau Ledo, Bengkayang, Kalimantan Barat.

Memasuki tahun 1967, operasi penumpasan diintensifkan oleh pemerintah Orde Baru melalui Operasi Sapu Bersih (Saber) I, II, dan III yang digelar sejak April 1967 hingga Desember 1969 di bawah komando Brigadir Jenderal AJ Witono.

Pelaksanaan Operasi Saber I tidak memuaskan. Faktor-faktor kegagalan disebabkan kurangnya tenaga tempur, dan pihak PGRS/PARAKU lebih mengenal keadaan medan dan dapat menarik simpati kaum pribumi yaitu suku Dayak setempat.

PGRS/PARAKU juga mudah memencar dan menyusup ke dalam masyarakat untuk menghilangkan diri dari pengejaran. Hal itu disebabkan masyarakat dan kampung-kampung Tionghoa tersebar luas sampai daerah pedalaman seluruh Kalimantan Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Berita Terkini
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
Dede Sunandar Akui Tak...
Dede Sunandar Akui Tak Ingin Cerai, Tapi Karen Hertatum Tetap Ingin Berpisah
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
Terpaksa Menikah demi...
Terpaksa Menikah demi Keluarga, Simak Sinopsis When Rain Meets Summer di V+Short
Resepsi Jennifer Coppen...
Resepsi Jennifer Coppen dan Justin Hubner Curi Perhatian, Tema Kartu Remi Bikin Salfok
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved