alexametrics

Cerita Mereka yang Pernah Terjerat Self Harm

loading...
Cerita Mereka yang Pernah Terjerat Self Harm
Cerita Mereka yang Pernah Terjerat Self Harm. (Ilustrasi).
A+ A-
FERDINI Haryanti atau yang akrab dipanggil Dini punya cerita yang juga dialami banyak remaja.

Mengenal cinta dalam masa pencarian jati diri, tapi dengan kondisi psikologi yang masih labil. Semuanya berawal dari Twitter, yang membuatnya bisa mengenal seorang laki-laki yang akhirnya menjadi pacarnya. Padahal, mereka belum pernah ketemu.

Delapan bulan merasakan "bulan madu", tiba-tiba sang cowok menghilang alias ghosting. Ini bikin Dini patah hati. Ditambah lagi dengan peraturan orang tua yang membuatnya semakin tertekan. Dini pun ingin meluapkan emosinya, tapi ternyata sulit.



Akhirnya dia melukai tangannya sendiri, dan ternyata bikin dia merasa lega. "Ada kepuasan tersendiri kalau misalnya iris tangan. Gue ngerasa enggak bisa meluapkan emosi gue ke mana-mana, makanya gue ngelakuin itu," jelas Dini.

Dini mengaku tidak merasa sakit saat mengiris tangannya, tapi bekas lukanya terasa sangat perih. Dia tidak pernah menceritakan perilaku self harm-nya kepada siapa pun. Bekas lukanya pernah terlihat oleh ibunya, tapi ia memilih untuk berbohong karena takut dimarahi sang ibu.

Belakangan, setelah Dini tahu tentang istilah self harm, dia pun berusaha untuk menghentikan kebiasaannya itu. "Sumpah itu hal terbodoh yang pernah gue lakuin. Saat itu gue enggak pernah mikirin apa yang bakal terjadi, tapi mikir seketika itu juga, bener-bener gue nyesel banget," jelasnya.

Berani berubah adalah kunci utama keberhasilan menghapus kebiasaan tersebut. Fokus melakukan hal-hal yang disenangi juga bisa mengalihkan fokus untuk menyakiti diri sendiri."Seiring berjalannya waktu, gue belajar dari kesalahan gue itu. Apalagi gue juga menemukan teman yang pernah melakukan hal itu. Nah dari sana gue belajar arti dari berbagi, mengingatkan, dan memotivasi teman untuk hal yang positif," tuturnya.

LAELATIN NAFIā€™AH
GEN SINDO-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak