Kemenkes Jelaskan Tujuan Pemerintah Larang Promosi Susu Formula
Minggu, 11 Agustus 2024 - 13:20 WIB
loading...
Kemenkes menjelaskan alasan pemerintah melarang promosi susu formula yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 tahun 2024 Pasal 33. Foto/Shutterstock New Africa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan alasan pemerintah melarang promosi susu formula yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 tahun 2024 Pasal 33. Aturan ini melarang penjualan, penawaran, pemberian potongan harga, hingga promosi iklan susu formula bayi.
Pasal 33 dalam PP ini memperketat regulasi terkait susu formula bayi dan produk pengganti air susu ibu (ASI). Di mana disebutkan bahwa produsen atau distributor susu formula bayi dan produk pengganti ASI dilarang melakukan kegiatan yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif.
"Produsen atau distributor susu formula bayi dan/atau produk pengganti air susu ibu lainnya dilarang melakukan kegiatan yang dapat menghambat pemberian air susu ibu eksklusif," bunyi Pasal 33 tersebut.
Kepala Biro Hukum Kementerian Kesehatan Indah Febrianti, SH., MH mengatakan bahwa aturan ini bertujuan untuk mendukung program ASI eksklusif. Hal tersebut sesuai dengan rekomendasi Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly).
Baca Juga: Diskon Susu Formula Dilarang, Pengusaha: Tak Berpengaruh ke Penjualan
Pasal 33 dalam PP ini memperketat regulasi terkait susu formula bayi dan produk pengganti air susu ibu (ASI). Di mana disebutkan bahwa produsen atau distributor susu formula bayi dan produk pengganti ASI dilarang melakukan kegiatan yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif.
"Produsen atau distributor susu formula bayi dan/atau produk pengganti air susu ibu lainnya dilarang melakukan kegiatan yang dapat menghambat pemberian air susu ibu eksklusif," bunyi Pasal 33 tersebut.
Kepala Biro Hukum Kementerian Kesehatan Indah Febrianti, SH., MH mengatakan bahwa aturan ini bertujuan untuk mendukung program ASI eksklusif. Hal tersebut sesuai dengan rekomendasi Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly).
Baca Juga: Diskon Susu Formula Dilarang, Pengusaha: Tak Berpengaruh ke Penjualan
Lihat Juga :