Medix Perkuat Komitmen untuk Tingkatkan Kualitas Perawatan Kesehatan di Indonesia
Rabu, 14 Agustus 2024 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Kurangnya investasi pada sumber daya dan beragamnya kualitas perawatan serta fasilitas medis antara satu kota dengan kota lainnya, bahkan antara satu rumah sakit dengan rumah sakit lain, menjadi masalah besar di Indonesia, dengan hanya 0,4 dokter per 1.000 orang dan 1,2 tempat tidur rumah sakit per 100.000 orang, yang tercatat menjadi salah satu rasio terendah di Asia Tenggara.
Namun, perlu ditekankan bahwa kurangnya tenaga maupun fasilitas medis di Indonesia secara umum tidak berarti kualitas kesehatan yang buruk. Indonesia memiliki banyak dokter, dokter spesialis, dan rumah sakit yang berkualitas. Dikarenakan tantangan besar terkait aksesibilitas dan perangkat pendukung yang obyektif untuk menavigasi sistem yang kompleks ini, banyak konsumen kesehatan di Indonesia yang kurang percaya terhadap sistem layanan kesehatan lokal.
Diperkirakan antara 600.000 hingga 2 juta orang Indonesia mencari perawatan medis di luar negeri setiap tahun, dengan Singapura dan Malaysia menjadi destinasi paling populer. Tren ini secara signifikan meningkatkan klaim asuransi dan sering kali mengakibatkan perjalanan yang tidak perlu, karena perawatan berkualitas tinggi sebenarnya tersedia di Indonesia. Jika perawatan berkualitas domestik tersebut dipadukan dengan keahlian medis global yang diimplementasikan secara lokal, maka kualitas perawatan akan meningkat.
Meningkatkan kepercayaan dan mempertahankan pasien di dalam negeri sangat penting untuk meningkatkan ekosistem perawatan kesehatan dan memastikan keberlanjutan jangka panjangnya.
“Kami bekerja dengan mitra kami, termasuk perusahaan besar, asuransi kesehatan, dan perusahaan reasuransi, menawarkan solusi yang tidak hanya meningkatkan kesehatan manusia, tetapi juga menjaga aspek keuangan bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat, membantu mengendalikan inflasi biaya medis dan memastikan keberlanjutan seluruh ekosistem. Di sinilah keunggulan kami karena kami mampu menyelaraskan dan mengelola hubungan antara penyedia layanan kesehatan (provider), pengelola keuangan (payer), dan pasien (patient), sembari berfokus pada kualitas medis yang lebih baik," papar Sigal Atzmon.
Untuk mendukung ekosistem kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia, sangat penting untuk berinvestasi pada protokol kesehatan yang tepat. Memadukan tools digital dengan sentuhan manusia dapat menberdayakan setiap individu agar dapat menjaga kesehatan jangka panjang mereka sendiri.
“Kuncinya adalah meningkatkan fokus pada pencegahan dan mengadopsi pendekatan holistik untuk perawatan kesehatan. Menawarkan tools yang tepat dan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan personal dapat mengurangi risiko kesehatan dan beban penyakit secara jangka panjang. Sementara itu, perawatan yang efisien, multidisiplin, dan berkesinambungan termasuk konsultasi dari para spesialis terkemuka di dunia akan menghasilkan diagnosa yang lebih akurat dan rencana yang optimal dari semua sudut, menjadikan perawatan kesehatan berkualitas lebih mudah diakses, berkelanjutan, dan terjangkau,” terang Sigal Atzmon.
Namun, perlu ditekankan bahwa kurangnya tenaga maupun fasilitas medis di Indonesia secara umum tidak berarti kualitas kesehatan yang buruk. Indonesia memiliki banyak dokter, dokter spesialis, dan rumah sakit yang berkualitas. Dikarenakan tantangan besar terkait aksesibilitas dan perangkat pendukung yang obyektif untuk menavigasi sistem yang kompleks ini, banyak konsumen kesehatan di Indonesia yang kurang percaya terhadap sistem layanan kesehatan lokal.
Diperkirakan antara 600.000 hingga 2 juta orang Indonesia mencari perawatan medis di luar negeri setiap tahun, dengan Singapura dan Malaysia menjadi destinasi paling populer. Tren ini secara signifikan meningkatkan klaim asuransi dan sering kali mengakibatkan perjalanan yang tidak perlu, karena perawatan berkualitas tinggi sebenarnya tersedia di Indonesia. Jika perawatan berkualitas domestik tersebut dipadukan dengan keahlian medis global yang diimplementasikan secara lokal, maka kualitas perawatan akan meningkat.
Meningkatkan kepercayaan dan mempertahankan pasien di dalam negeri sangat penting untuk meningkatkan ekosistem perawatan kesehatan dan memastikan keberlanjutan jangka panjangnya.
“Kami bekerja dengan mitra kami, termasuk perusahaan besar, asuransi kesehatan, dan perusahaan reasuransi, menawarkan solusi yang tidak hanya meningkatkan kesehatan manusia, tetapi juga menjaga aspek keuangan bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat, membantu mengendalikan inflasi biaya medis dan memastikan keberlanjutan seluruh ekosistem. Di sinilah keunggulan kami karena kami mampu menyelaraskan dan mengelola hubungan antara penyedia layanan kesehatan (provider), pengelola keuangan (payer), dan pasien (patient), sembari berfokus pada kualitas medis yang lebih baik," papar Sigal Atzmon.
Untuk mendukung ekosistem kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia, sangat penting untuk berinvestasi pada protokol kesehatan yang tepat. Memadukan tools digital dengan sentuhan manusia dapat menberdayakan setiap individu agar dapat menjaga kesehatan jangka panjang mereka sendiri.
“Kuncinya adalah meningkatkan fokus pada pencegahan dan mengadopsi pendekatan holistik untuk perawatan kesehatan. Menawarkan tools yang tepat dan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan personal dapat mengurangi risiko kesehatan dan beban penyakit secara jangka panjang. Sementara itu, perawatan yang efisien, multidisiplin, dan berkesinambungan termasuk konsultasi dari para spesialis terkemuka di dunia akan menghasilkan diagnosa yang lebih akurat dan rencana yang optimal dari semua sudut, menjadikan perawatan kesehatan berkualitas lebih mudah diakses, berkelanjutan, dan terjangkau,” terang Sigal Atzmon.
Lihat Juga :