alexametrics

6 Kebiasaan Buruk yang Mempengaruhi Fungsi Otak

loading...
6 Kebiasaan Buruk yang Mempengaruhi Fungsi Otak
Ada 6 kebiasaan yang mempengaruhi fungsi otak, salah satunya mengonsumsi junk food. Hal ini memengaruhi bagian otak yang terkait dengan keterampilan menghafal. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Otak adalah bagian terpenting dari tubuh, tetapi mungkin banyak orang melakukan hal-hal yang tidak begitu baik bagi otak. Dan ini adalah tujuh kebiasaan yang benar-benar memberi dampak buruk bagi otak:

Seperti dilansir The F Thing, berdasarkan penelitian, orang yang kurang tidur memiliki massa otak yang lebih kecil daripada mereka yang cukup tidur. Tak hanya itu, banyak kebiasaan buruk lain yang mungkin tidak dipikirkan, seperti asupan alkohol atau junk food yang memengaruhi beberapa bagian otak yang terkait dengan keterampilan menghafal. Untuk jelasnya, berikut ulasannya;

1. Asupan Alkohol
Alkohol mungkin telah memberi ‘kebahagiaan’ sementara, tetapi penikmat alkohol moderat dihubungkan dengan bagian menyusut dari hippocampus, yakni bagian dari otak besar yang terletak di lobus temporal.



Manusia memiliki dua hippocampus, yakni pada sisi kiri dan kanan. Hipokampus merupakan bagian dari sistem limbik dan berperan pada kegiatan mengingat (memori) dan navigasi ruangan. (Baca juga: Ini Alasan Berat Badan Terus Naik Seiring Bertambah Usia).

2. Terlalu banyak makanan ‘sampah’
Orang yang mengonsumsi junk food atau makanan olahan tinggi dalam gula, garam, dan lemak memengaruhi beberapa bagian otak yang terkait dengan keterampilan menghafal. Menurut penelitian, camilan tinggi natrium memiliki kecenderungan tinggi untuk mengecilkan ukuran hippocampus.

3. Kesendirian
Sebuah penelitian mengungkap bahwa mereka yang memiliki kontak sosial lebih sedikit mungkin menderita kerusakan kognitif paling parah. Anda mungkin perlu mulai menghubungi yang tertutup lebih sering untuk membuat otak Anda bahagia.

4. Rokok
Rokok dapat mengecilkan ukuran otak dan menyebabkan penyakit jantung, diabetes, stroke, dan tekanan darah tinggi. Perokok jangka panjang memiliki korteks serebral yang lebih tipis — area otak yang mengendalikan memori, bahasa, dan persepsi.

5. Kurangnya cahaya matahari

Sinar matahari sangat penting bagi otak karena meningkatkan pelepasan serotonin — hormon yang berhubungan dengan suasana hati dan kebahagiaan. Apakah Anda ingin bahagia? Maka berjemurlah di bawah matahari pagi.

6. Stres

Tingkat stres yang tinggi pada akhirnya dapat mengurangi volume otak yang bertanggung jawab atas kemampuan berpikir dan menghafal yang buruk. Stres dapat menyebabkan otak Anda berkinerja buruk dan berdampak pada kesehatan mental.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak