7 Hal yang Harus Dihindari Kalau Mau Sukses Diet Intermittent Fasting
Kamis, 22 Agustus 2024 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, durasi berpuasa dalam diet ini juga bervariasi. Biasanya orang yang memiliki aktivitas padat, bekerja, atau mempunyai jadwal olahraga rutin, lebih memilih menerapkan pola diet 16 jam berpuasa dan 8 jam boleh makan, karena pola ini dinilai lebih mudah serta tidak memberatkan.
Misalnya Anda terbiasa sarapan pada pukul 7 pagi. Maka jangan memaksakan untuk berpuasa di jam tersebut. Sarapan sangatlah penting terutama dalam hal memberikan energi bagi tubuh untuk beraktivitas.
Alih-alih memaksakan tubuh berpuasa, lebih baik Anda melatih tubuh menjalankan kebiasaan baru secara bertahap, tak perlu terburu-buru.
Beberapa orang mungkin meremehkan pentingnya memilih makanan yang sehat dan bergizi selama periode makan mereka. Puasa intermittent bukanlah alasan untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat atau berlebihan selama periode makan.
Baca Juga: 9 Tips Diet dengan Jeruk Nipis, Efektif Turunkan Berat Badan
Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa protein dapat meningkatkan rasa kenyang setelah makan dan bahkan dapat meningkatkan pembakaran kalori. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pencernaan protein memerlukan lebih banyak energi dibandingkan dengan karbohidrat atau lemak.
2. Terburu-buru Mencapai Target
Salah satu kesalahan intermittent fasting yang umum terjadi ialah terburu-buru mencapai target. Padahal tubuh memerlukan penyesuaian terhadap kebiasaan baru, tak terkecuali kebiasaan makan.Misalnya Anda terbiasa sarapan pada pukul 7 pagi. Maka jangan memaksakan untuk berpuasa di jam tersebut. Sarapan sangatlah penting terutama dalam hal memberikan energi bagi tubuh untuk beraktivitas.
Alih-alih memaksakan tubuh berpuasa, lebih baik Anda melatih tubuh menjalankan kebiasaan baru secara bertahap, tak perlu terburu-buru.
3. Tidak Memperhatikan Asupan Makanan
Salah satu aspek yang penting dalam kesuksesan puasa intermittent adalah memperhatikan asupan makanan selama periode makan.Beberapa orang mungkin meremehkan pentingnya memilih makanan yang sehat dan bergizi selama periode makan mereka. Puasa intermittent bukanlah alasan untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat atau berlebihan selama periode makan.
4. Berpuasa Hanya dengan Minum Air Putih
Ada sebuah pemahaman yang keliru bahwa kita tidak boleh mengonsumsi apa pun selama intermittent fasting. Padahal sebenarnya, Anda masih bisa mendapatkan manfaat dari puasa dengan mengonsumsi sedikit kalori melalui minuman seperti kopi, teh, dan minuman yang mengandung elektrolit.Baca Juga: 9 Tips Diet dengan Jeruk Nipis, Efektif Turunkan Berat Badan
5. Berhemat pada Protein
Penelitian oleh Arciero menemukan bahwa hasil yang lebih baik dapat dicapai dalam intermittent fasting jika seseorang mengonsumsi makanan berprotein tinggi setidaknya empat kali selama periode makan mereka.Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa protein dapat meningkatkan rasa kenyang setelah makan dan bahkan dapat meningkatkan pembakaran kalori. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pencernaan protein memerlukan lebih banyak energi dibandingkan dengan karbohidrat atau lemak.
Lihat Juga :