Pangeran Harry Terancam Dicopot dari Garis Suksesi karena Berencana Balas Dendam

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 12:20 WIB
loading...
Pangeran Harry Terancam...
Posisi Pangeran Harry dari garis suksesi sebagai pewaris takhta kelima bisa terancam dicopot karena tinggal di luar Inggris. Harry juga tidak menjalankan tugas. Foto/People
A A A
INGGRIS - Posisi Pangeran Harry dari garis suksesi sebagai pewaris takhta kelima bisa terancam dicopot karena ia tinggal secara permanen di luar Inggris. Harry juga tidak menjalankan tugas kerajaan.

Menurut sumber, diskusi pada pertemuan puncak Keluarga Kerajaan di Balmoral musim panas ini tidak hanya membahas gelar Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle tetapi juga dapat mempertimbangkan untuk menghapus mereka dari garis suksesi.

"Urutan suksesi dapat diubah berdasarkan undang-undang jika seorang anggota Keluarga Kerajaan bermukim secara permanen di luar Inggris dan tidak lagi menjalankan tugas kerajaan. Jika itu terjadi, anak-anak Harry juga dapat dihapus dari garis suksesi," kata sumber itu dilansir dari Express, Jumat (23/8/2024).

Robert Blackburn, seorang profesor hukum tata negara di King's College London, menjelaskan bahwa meskipun tinggal di luar negeri bukanlah diskualifikasi hukum untuk menjadi raja. Harry dapat dihapus dari garis suksesi melalui Undang-Undang Parlemen.

Pangeran Harry Terancam Dicopot dari Garis Suksesi karena Berencana Balas Dendam

Foto/People

Baca Juga: Pangeran William dan Harry Ternyata Sudah Tak Berkomunikasi Hampir 2 Tahun



"Seperti Edward VIII, Pangeran Harry tidak ingin menjalankan peran bangsawan yang diharapkan darinya dan telah mengundurkan diri untuk tinggal di luar negeri. Oleh karena itu, agaknya Pangeran Harry akan setuju untuk turun takhta jika karena alasan apa pun hal ini menjadi masalah dalam urusan kerajaan yang sedang diatur dalam undang-undang," jelas Blackburn.

"Beberapa Undang-Undang Parlemen telah mengubah hukum tentang suksesi atau memberlakukan persyaratan untuk menjadi raja, terutama Bill of Rights 1689 dan Act of Settlement 1701. Baru-baru ini Edward VIII secara sukarela turun takhta dan digantikan sebagai Raja oleh saudaranya George VI melalui Undang-Undang Parlemen pada tahun 1936," tambahnya.

Blackburn mengungkap bahwa untuk tindakan konstitusional seperti ini, merupakan kebiasaan bagi Pemerintah Inggris untuk mengambil inisiatif dan memperkenalkan RUU, bukan raja.

"Satu-satunya skenario yang mungkin, menurut saya, adalah agar RUU Pemerintah disiapkan untuk masalah kerajaan lainnya. Seperti amandemen Undang-Undang Pemerintahan yang mengatur tentang penasihat negara yang memenuhi syarat," ungkap Blackburn.

Baca Juga: Alasan Sebenarnya Pangeran William Tidak Mau Maafkan Harry, Berkaitan dengan Kate Middleton

"Dan pada saat yang sama ditambahkan klausul yang diminta sendiri oleh Pangeran Harry untuk menghapusnya dari garis suksesi sebagai tanda bahwa dia jelas-jelas ingin melepaskan semua ikatan dengan pekerjaan publik Monarki dan Keluarga Kerajaan," sambungnya.

Pangeran Harry dan Meghan Markle mengumumkan keputusan mereka untuk mengundurkan diri sebagai anggota senior kerajaan yang bekerja pada bulan Januari 2020. Mereka menyatakan berencana untuk mandiri secara finansial.

Namun tak lama setelah menetap di Amerika Serikat, pasangan itu mulai menyerang Keluarga Kerajaan. Di mana mereka tampil dalam wawancara dengan Oprah Winfrey, membuat dokumenter Netflix, dan adik Pangeran William itu mengecam keluarganya dalam memoarnya, Spare.

Pasangan tersebut dilaporkan semakin membuat marah Keluarga Kerajaan ketika mereka melakukan tur ke Kolombia baru-baru ini. Dalam tur tersebut, keduanya mengunjungi negara Amerika Selatan tersebut untuk menyoroti penindasan di dunia maya dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Pangeran Harry Terkejut Dicium Penuh Gairah Meghan Markle usai Menari Salsa
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Makin Terasing! Pangeran...
Makin Terasing! Pangeran Harry Tak Diundang ke Pernikahan Sepupunya, Peter Phillips
Sisi Lain Kate Middleton...
Sisi Lain Kate Middleton Terungkap, Ternyata Jago Main Beer Pong
Kabar Bahagia! Putri...
Kabar Bahagia! Putri Eugenie Umumkan Kehamilan Anak Ketiga
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Hancurkan Kroasia di Piala Dunia 2026
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Berita Terkini
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved