Asia Fashion Show 2024 Jadi Ajang Unjuk Gigi Desainer Dunia
Jum'at, 23 Agustus 2024 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
Asia Fashion Show (Indonesia) 2024 digelar dari tanggal 22 hingga 24 Agustus 2024, di Jakarta International Expo Center (JIE EXPO), Indonesia. Total area pameran melebihi 30.000 m², dengan lebih dari 500 peserta pameran yang diharapkan berpartisipasi, menampilkan beragam produk termasuk tas dan koper, alas kaki, pakaian, perangkat keras, bahan mentah, aksesori mode, kecantikan dan perawatan pribadi, dan banyak lagi.
Acara ini bertujuan untuk mendorong pertukaran global dan diproyeksikan menjadi pameran perhiasan manusia terbesar dan paling profesional di Asia, yang akan menjadi platform bagi merek mode domestik dan internasional untuk terhubung dan menampilkan penawaran mereka.
Dalam sambutannya di acara pembukaan Asia Fashion Show (Indonesia) hari ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey, mengatakan bahwa sebagai asosiasi di bidang ritel, Aprindo merasa terhormat dan bersemangat melihat antusiasme luar biasa dari pameran ini. Pameran ini menjadi bukti nyata kerja sama dinamis antara dua negara, terutama dalam konteks upaya pemerintah Indonesia yang gencar meningkatkan ekspor. Kolaborasi dalam pertukaran produk dan gaya hidup dari berbagai negara, termasuk China, menjadi sangat penting.
Baca Juga: Pangeran William Tidak Ingin Harry Hadir di Penobatannya sebagai Raja Inggris
“Pameran ini dapat menjadi ajang networking bagi para pengunjung, yang pada akhirnya bisa menjadi sumber inspirasi baru dan membuka wawasan dalam dunia fashion. Saat ini, di Indonesia terdapat ratusan ribu industri yang terdiri dari sektor tekstil, pakaian jadi, barang dari kulit, dan alas kaki, yang menunjukkan peningkatan sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor fashion ini memberikan kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia,” ujar Roy Nicholas Mandey.
Roy Nicholas Mandey melanjutkan, “Dalam era globalisasi, penting untuk mengikuti dua faktor utama, pertama adalah tren terkini dan perilaku konsumen. Yang kedua adalah teknologi, seperti Internet of Things (IoT) yang terus berkembang juga harus diikuti. Jika tidak, industri berisiko punah. Adaptasi terhadap teknologi ini diharapkan dapat ditemukan dalam acara seperti ini. Aprindo mendukung langkah-langkah konkret untuk mewujudkan hal tersebut.”
Acara ini bertujuan untuk mendorong pertukaran global dan diproyeksikan menjadi pameran perhiasan manusia terbesar dan paling profesional di Asia, yang akan menjadi platform bagi merek mode domestik dan internasional untuk terhubung dan menampilkan penawaran mereka.
Dalam sambutannya di acara pembukaan Asia Fashion Show (Indonesia) hari ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey, mengatakan bahwa sebagai asosiasi di bidang ritel, Aprindo merasa terhormat dan bersemangat melihat antusiasme luar biasa dari pameran ini. Pameran ini menjadi bukti nyata kerja sama dinamis antara dua negara, terutama dalam konteks upaya pemerintah Indonesia yang gencar meningkatkan ekspor. Kolaborasi dalam pertukaran produk dan gaya hidup dari berbagai negara, termasuk China, menjadi sangat penting.
Baca Juga: Pangeran William Tidak Ingin Harry Hadir di Penobatannya sebagai Raja Inggris
“Pameran ini dapat menjadi ajang networking bagi para pengunjung, yang pada akhirnya bisa menjadi sumber inspirasi baru dan membuka wawasan dalam dunia fashion. Saat ini, di Indonesia terdapat ratusan ribu industri yang terdiri dari sektor tekstil, pakaian jadi, barang dari kulit, dan alas kaki, yang menunjukkan peningkatan sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor fashion ini memberikan kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia,” ujar Roy Nicholas Mandey.
Roy Nicholas Mandey melanjutkan, “Dalam era globalisasi, penting untuk mengikuti dua faktor utama, pertama adalah tren terkini dan perilaku konsumen. Yang kedua adalah teknologi, seperti Internet of Things (IoT) yang terus berkembang juga harus diikuti. Jika tidak, industri berisiko punah. Adaptasi terhadap teknologi ini diharapkan dapat ditemukan dalam acara seperti ini. Aprindo mendukung langkah-langkah konkret untuk mewujudkan hal tersebut.”
Lihat Juga :