Hotel Syariah Tepat Menginap dengan Nuansa Islami yang Menenangkan
Minggu, 25 Agustus 2024 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Untuk kolam renang dan gym sendiri, akan diadakan jam pemakaian sesuai dengan jenis kelamin untuk mencegah percampuran. Wanita pukul 06.30 - 08.30 WIB dan 14.00 - 16.00 WIB. Sedangkan pria pukul 09.00 - 13.30 WIB dan 16.30 - 18.00 WIB. Untuk anak berumur 6 tahun ke atas sudah harus mengikuti waktu tersebut.
"Kita menjaga auratnya lak-laki dan perempuan biar nggak saling terlihat. Kita juga tambahkan kanopi di area kolam renang dan gym agar aktivitas tamu tidak terlihat dari atas," terangnya.
Hotel ini juga bisa dipastikan bebas dari hiburan dan kegiatan yang tidak sesuai dengan syariat agama Islam. Seperti judi, minuman beralkohol, musik atau hiburan lain yang bersifat vulgar. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan sejumlah destinasi wisata Kota Pekalongan
Meskipun mengusung konsep syariah, namun hotel ini menerima tamu yang bervariasi. Tidak hanya Muslim, tapi juga mereka non Muslim banyak menginap. Ada pula tamu dari Jepang, Korea, dan negara lainnya yang pernah mengindap di hotel ini.
"Hotel kita memang segmented karena berbasis syariah, tapi kita tetap terbuka pada semua yang non Muslim. Kalau non Muslim tidak berkenan dengan murotal, di setiap kamar kita ada volume control dan bisa diatur," paparnya.
"Tapi saya pernah bertemu dengan tamu yang non Muslim. Waktu itu dia long stay, makanya saya sempat ngobrol dengan beliau. Beliau nggak tahu kalau hotel ini syariah, dia hanya baca Aston-nya saja, dan dia tidak terganggu dengan murotal," sambungnya.
Menariknya, hotel ini melakukan pemisahan fasilitas saat check-in antara pria dan wanita. Memesan kamar juga diharuskan hanya untuk pasangan sah. "Kita minta KTP atau identity card dengan alamat yang sama. Jika tidak bisa menunjukkan harus menunjukkan identitas sudah menikah," pungkasnya.
Baca Juga: Hotel di Balikpapan dan Samarinda Penuh Sesak Jelang HUT ke-79 RI di IKN
"Kita menjaga auratnya lak-laki dan perempuan biar nggak saling terlihat. Kita juga tambahkan kanopi di area kolam renang dan gym agar aktivitas tamu tidak terlihat dari atas," terangnya.
Hotel ini juga bisa dipastikan bebas dari hiburan dan kegiatan yang tidak sesuai dengan syariat agama Islam. Seperti judi, minuman beralkohol, musik atau hiburan lain yang bersifat vulgar. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan sejumlah destinasi wisata Kota Pekalongan
5. Tamu Beragam
Meskipun mengusung konsep syariah, namun hotel ini menerima tamu yang bervariasi. Tidak hanya Muslim, tapi juga mereka non Muslim banyak menginap. Ada pula tamu dari Jepang, Korea, dan negara lainnya yang pernah mengindap di hotel ini.
"Hotel kita memang segmented karena berbasis syariah, tapi kita tetap terbuka pada semua yang non Muslim. Kalau non Muslim tidak berkenan dengan murotal, di setiap kamar kita ada volume control dan bisa diatur," paparnya.
"Tapi saya pernah bertemu dengan tamu yang non Muslim. Waktu itu dia long stay, makanya saya sempat ngobrol dengan beliau. Beliau nggak tahu kalau hotel ini syariah, dia hanya baca Aston-nya saja, dan dia tidak terganggu dengan murotal," sambungnya.
6. Check-in yang Berbeda
Menariknya, hotel ini melakukan pemisahan fasilitas saat check-in antara pria dan wanita. Memesan kamar juga diharuskan hanya untuk pasangan sah. "Kita minta KTP atau identity card dengan alamat yang sama. Jika tidak bisa menunjukkan harus menunjukkan identitas sudah menikah," pungkasnya.
Baca Juga: Hotel di Balikpapan dan Samarinda Penuh Sesak Jelang HUT ke-79 RI di IKN
(dra)
Lihat Juga :