SGM Dorong Pemenuhan Gizi Anak yang Optimal lewat Gerakan Minum Susu Bersama Keluarga
Minggu, 25 Agustus 2024 - 20:20 WIB
loading...
Perayaan 70 tahun SGM berlangsung meriah di Yogyakarta, Minggu (25/8/2024). Salah satu yang menarik dalam perayaan ini adalah pemecahan rekor MURI untuk kegiatan minum susu bersama keluarga yang dilakukan serentak di 70 kota di Tanah Air. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perayaan 70 tahun PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) berlangsung meriah di Yogyakarta pada Minggu (25/8/2024). Salah satu yang menarik dalam perayaan ini adalah pemecahan rekor MURI untuk kegiatan minum susu bersama keluarga yang dilakukan serentak di 70 kota di Tanah Air.
CEO Danone Indonesia Laurent Boissier mengatakan, selama tujuh dekade, SGM berdedikasi untuk mendukung pemerintah dalam mengentaskan salah satu tantangan terbesar pembangunan sumber daya manusia Indonesia, yakni masalah pemenuhan gizi. Pemenuhan gizi yang optimal merupakan kunci utama dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan produktif.
"Perayaan 70 tahun SGM ini dihadirkan sebagai bentuk komitmen SGM untuk terus memastikan anak-anak di seluruh Indonesia mendapatkan nutrisi yang diperlukan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal melalui inovasi produk hingga program-program edukasi dan memberikan jutaan alasan untuk membuat orang tua yakin akan komitmen SGM untuk menutrisi bangsa,” katanya di Yogyakarta.
Hal senada disampaikan oleh Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto. Melalui perayaan ulang tahun kali ini, Sarihusada ingin menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan nutrisi bagi anak-anak Indonesia.
"Kami ingin mengingatkan kembali komitmen Sarihusara sejak awal dalam menutrisi anak bangsa. Program kami selaras dengan program pemerintah. Kita tahu, satu dari lima anak masih anemia. Pengentasan stunting juga secara progres agak tersendat. Jadi kami hadir untuk mengingatkan kembali bahwa sangat penting nutrisi untuk anak-anak Indonesia. Asupan gizi yang tepat, juga edukasi pada ibu dan anak untuk terus minum susu," kata Vera pada kesempatan yang sama.
Anak-anak di bawah lima tahun adalah kelompok usia yang sangat rentan terhadap kekurangan gizi. Dampak dari pemenuhan gizi yang tidak optimal bisa memiliki konsekuensi jangka panjang, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan kognitif dan motorik, serta perkembangan otak anak secara keseluruhan.
Salah satu masalah yang juga berpotensi signifikan pada anak stunting adalah, dia memiliki risiko anemia dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak stunting. Di mana anemia, menurut Survey Kesehatan Indonesia yang dilaksanakan tahun lalu, ditemukan pada 1 dari 5 anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun. Kondisi ini menggarisbawahi pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi anak sejak dini untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan.
CEO Danone Indonesia Laurent Boissier mengatakan, selama tujuh dekade, SGM berdedikasi untuk mendukung pemerintah dalam mengentaskan salah satu tantangan terbesar pembangunan sumber daya manusia Indonesia, yakni masalah pemenuhan gizi. Pemenuhan gizi yang optimal merupakan kunci utama dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan produktif.
"Perayaan 70 tahun SGM ini dihadirkan sebagai bentuk komitmen SGM untuk terus memastikan anak-anak di seluruh Indonesia mendapatkan nutrisi yang diperlukan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal melalui inovasi produk hingga program-program edukasi dan memberikan jutaan alasan untuk membuat orang tua yakin akan komitmen SGM untuk menutrisi bangsa,” katanya di Yogyakarta.
Hal senada disampaikan oleh Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto. Melalui perayaan ulang tahun kali ini, Sarihusada ingin menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan nutrisi bagi anak-anak Indonesia.
"Kami ingin mengingatkan kembali komitmen Sarihusara sejak awal dalam menutrisi anak bangsa. Program kami selaras dengan program pemerintah. Kita tahu, satu dari lima anak masih anemia. Pengentasan stunting juga secara progres agak tersendat. Jadi kami hadir untuk mengingatkan kembali bahwa sangat penting nutrisi untuk anak-anak Indonesia. Asupan gizi yang tepat, juga edukasi pada ibu dan anak untuk terus minum susu," kata Vera pada kesempatan yang sama.
Anak-anak di bawah lima tahun adalah kelompok usia yang sangat rentan terhadap kekurangan gizi. Dampak dari pemenuhan gizi yang tidak optimal bisa memiliki konsekuensi jangka panjang, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan kognitif dan motorik, serta perkembangan otak anak secara keseluruhan.
Salah satu masalah yang juga berpotensi signifikan pada anak stunting adalah, dia memiliki risiko anemia dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak stunting. Di mana anemia, menurut Survey Kesehatan Indonesia yang dilaksanakan tahun lalu, ditemukan pada 1 dari 5 anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun. Kondisi ini menggarisbawahi pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi anak sejak dini untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan.
Lihat Juga :